Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, Selasa (21/4), lewat sambungan telepon. Albanese pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada Prabowo atas persetujuan ekspor pupuk urea RI ke Australia sebesar 250.000 ton.
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
UU PPRT Resmi Disahkan Setelah 22 Tahun, DPR Tegaskan Perlindungan bagi Pekerja Rumah Tangga
Teddy menuturkan sesuai data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton dan kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. Selanjutnya, Indonesia juga akan mengekspor pupuk urea ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil dengan komitmen ekspor kurang lebih 1 juta ton.
Sementara itu, Albanese, lewat akun media sosial X (Twitter) @albomp, mengatakan ia dan Prabowo membahas soal perkembangan situasi global, khususnya konflik di wilayah Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan.
Ia menegaskan komitmen kedua negara berkomtimen untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok domestik tetap aman.
“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung kelancaran arus barang-barang kebutuhan pokok, serta memperkuat ketahanan rantai pasokan energi kita untuk masa depan,” kata Albanese.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas bantuan pemerintah Indonesia mengamankan pasokan pupuk untuk Australia. Menurut Albanese, hubungan baik Indonesia dan Australia jadi semakin penting di masa kini.
“Hubungan yang kuat di kawasan kita semakin penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat,” ucapnya.
Sejak awal pemerintahannya, Prabowo sudah beberapa kali bertemu dengan Albanese, sehingga hubungan Indonesia dan Australia secara diplomatis kian erat. Lewat pertemuan mereka, Prabowo dan Albanese telah meneken sejumlah kerja sama strategis di berbagai sektor antara Indonesia dan Australia.
