Program MBG Menembus Perbatasan RI–Timor Leste, Dorong Gizi dan Ekonomi Warga Lokal

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah ini diperkuat melalui pembangunan sarana pendukung di kawasan perbatasan negara.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah rampung dibangun di perbatasan Indonesia–Timor Leste. Fasilitas tersebut berada di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur.

Keberadaan dapur MBG di wilayah perbatasan tidak hanya bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap asupan gizi, tetapi juga memperkuat fungsi PLBN sebagai pusat pelayanan publik sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat setempat. Pembangunan ini diprioritaskan pada daerah yang memiliki keterbatasan akses layanan gizi.

Dengan selesainya pembangunan SPPG di kedua lokasi tersebut, fasilitas ini diharapkan dapat mendukung implementasi Program MBG, terutama bagi anak-anak di kawasan perbatasan. Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, kehadirannya juga dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa manfaat program ini tidak hanya terbatas pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi.

“Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM. Dengan demikian, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas ini mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan,” tambahnya.

Fasilitas SPPG

Dari sisi teknis, kedua SPPG tersebut dilengkapi berbagai sarana yang memenuhi standar kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Fasilitas yang tersedia meliputi dapur utama, area pencucian bahan dan peralatan, gudang penyimpanan kering dan basah, serta ruang penyimpanan perlengkapan.

Selain itu, terdapat pula area parkir, jaringan air bersih, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Infrastruktur pendukung lainnya seperti ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), serta penataan kawasan juga disiapkan guna menunjang operasional.

SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi di Kabupaten Timor Tengah Utara, sedangkan SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, pemerintah berharap Program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

Berita Lainnya

Terbongkar! KPK Cium Intervensi Lelang oleh Eks Bupati Pati, Aliran Fee Diduga...

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan campur tangan dalam proses lelang proyek yang melibatkan Bupati Pati nonaktif, Sudewo, saat masih menjabat sebagai...

UBL PHK Dosennya Usai Dituduh Lecehkan Mahasiswi, Padahal Belum Terbukti

Jakarta – Dunia akademisi Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta tengah diguncang oleh keputusan drastis pihak rektorat yang melakukan pemberhentian terhadap salah satu dosennya yang...

KPK Bongkar Ekosistem Korupsi: Fenomena Sirkel Jadi Mesin Penyebar Uang Haram!

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di Indonesia kini telah berkembang menyerupai sebuah ekosistem, terutama dengan munculnya fenomena yang dikenal sebagai...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS