Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan hasil nyata dari keterlibatan 1.142 taruna dalam misi kemanusiaan penanganan pascabencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Selama sekitar tiga bulan penugasan, para taruna berkontribusi dalam percepatan pemulihan di 18 titik terdampak, mencakup kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga sarana kelautan dan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Beberapa lokasi kegiatan antara lain Pasie Laweh di Kabupaten Padang Pariaman, SDN 9 Bancah dan Nagari Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, serta Desa Dayah Masjid, Cot Ara, dan Pante Baro Kumbang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kegiatan juga menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen, kawasan pesisir dan tambak di Pidie Jaya, serta titik-titik terdampak di Sumatra Utara.
Kisah Inspiratif Difabel di Karanganyar: Dari Keterbatasan Jadi Penjaga Kebersihan Dapur MBG
Berbagai capaian konkret berhasil diwujudkan di lapangan. Taruna KKP menormalisasi saluran air sepanjang lebih dari 27 kilometer, membersihkan dan memulihkan 145 rumah warga, serta merehabilitasi 63 fasilitas ibadah, 11 fasilitas pendidikan, 9 fasilitas umum, dan 5 fasilitas kesehatan. Upaya ini turut mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memungkinkan masyarakat kembali beraktivitas secara normal.
Di sektor kelautan dan perikanan, para taruna memulihkan 6 kolam budi daya dan 4 sarana usaha masyarakat, sehingga aktivitas produksi dapat kembali berjalan. Perbaikan akses jalan lingkungan sepanjang lebih dari 4 kilometer juga dilakukan untuk membuka kembali konektivitas antarwilayah yang sempat terhambat akibat bencana. Secara keseluruhan, intervensi ini tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, kehadiran taruna memberikan dampak sosial yang signifikan. Melalui interaksi langsung, pendampingan, hingga kegiatan trauma healing, para taruna turut membangun kembali semangat dan optimisme masyarakat terdampak.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan peran nyata pendidikan vokasi KKP dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Taruna tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi hadir langsung membawa solusi dan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran para taruna juga mendapat apresiasi dari masyarakat. Tengku Imam Desa Dayah Masjid menyampaikan bahwa para taruna mampu membaur dengan warga selama proses pemulihan. “Adik-adik ini sangat baik, mereka membaur dengan warga layaknya anak sendiri,” ujarnya. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menilai para taruna bekerja dengan sigap dan penuh dedikasi. “Alhamdulillah, Kantor Dinas Perikanan Pidie Jaya yang telah dibersihkan kini bisa kembali melayani masyarakat. Semoga semua yang dilakukan menjadi amal ibadah,” ungkapnya.
Sebelumnya, keberangkatan para taruna dalam misi kemanusiaan ini telah dilepas oleh Menteri Dalam Negeri selaku Kepala Satuan Tugas Penanganan Bencana, Tito Karnavian, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebagai bagian dari sinergi pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak pada Januari lalu.
Dengan selesainya rangkaian kegiatan pada Maret 2026, masyarakat di berbagai wilayah terdampak mulai kembali menjalankan aktivitas. Lingkungan yang lebih bersih, fasilitas yang kembali berfungsi, serta sarana produksi yang pulih menjadi fondasi penting bagi proses pemulihan berkelanjutan.
Sebelumnya pada pertengahan Januari lalu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono melepas ribuan taruna untuk turun ke Sumatera membantu percepatan pemulihan pasca-bencana besar yang melanda provinsi Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.
