Penumpang Bus Transjakarta Melonjak, Pramono Siap Tambah Armada

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara operasional satu unit bus setelah terjadi gangguan teknis di Halte Pancoran pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengatakan, saat ini terjadi peningkatan signifikan jumlah penumpang Transjakarta. Kondisi tersebut tampak dari antrean panjang di sejumlah halte, terutama saat jam sibuk.

Ia menyebutkan, kepadatan penumpang juga terlihat jelas di Halte Blok M, Jakarta Selatan. Bahkan, panjangnya antrean di lokasi tersebut sempat berdampak pada aktivitas di kawasan Blok M Hub.

Bacaan Lainnya

“Yang di Blok M itu mohon maaf akhirnya ada antrean, dan antreannya itu sempat mengganggu aktivitas yang ada di Blok M. Sehingga kami lagi mempertimbangkan untuk menambah armada,” ujar Pramono di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).

Rencana penambahan armada ini selaras dengan pengembangan layanan Transjabodetabek, khususnya pada rute Cawang–Cikarang serta Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Untuk rute Cawang–Cikarang sendiri telah dioperasikan sejak 11 Februari 2026, sedangkan rute Blok M–Bandara Soetta resmi diluncurkan pada 13 Maret 2026 oleh Pramono.

“Sekarang aja sudah ada permintaan untuk menambah busnya,” ujarnya.

Menurut Pramono, minat masyarakat terhadap kedua rute baru tersebut tergolong tinggi. Rute Blok M–Bandara Soetta bahkan menjadi favorit, terutama bagi warga yang hendak bepergian menggunakan pesawat karena biaya transportasinya jauh lebih hemat.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama menjelang Idul Fitri,” katanya.

Dengan tarif yang hanya Rp3.500, layanan Transjabodetabek dinilai sebagai moda transportasi publik yang ekonomis sekaligus nyaman bagi masyarakat. Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas layanan agar semakin optimal.

“Komitmen kami adalah tetap memberikan layanan yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait