Dari Balik Penjara, Tradisi Hidup! Ogoh-Ogoh Pertama Digelar di Lapas

Jakarta – Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Lapas Kelas IIA Lombok Barat saat puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) umat Hindu menggelar ritual mecaru di Pura Padmasana Bajra Satwa, Rabu (18/3/2026).

Prosesi sakral ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Hari Raya Nyepi yang tetap dijalankan meski dalam keterbatasan ruang. Sejak pagi, ritual mecaru berlangsung dengan penuh kekhusyukan, dipimpin oleh Ida Pandita Istri Nabe Tapakan Swi Mas Gangga Naraya dari Gedong Suci Griya Saksari.

Kepala Lapas, M Fadli, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa warga binaan tetap dapat memperkuat nilai spiritual sekaligus mengekspresikan kreativitasnya. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mereka,” ujarnya dalam keterangan.

Ia menambahkan, pihak lapas terus berupaya memberikan ruang bagi seluruh warga binaan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Hal ini sejalan dengan prinsip pembinaan pemasyarakatan yang menekankan pembentukan karakter, bukan sekadar hukuman.

Di tengah keterbatasan, pelaksanaan ritual tetap berlangsung penuh makna. Salah seorang warga binaan mengaku terharu dapat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami merasa dihargai dan tidak dilupakan. Kegiatan ini memberi kami semangat baru untuk berubah dan menjalani hidup dengan lebih baik,” ungkapnya.

Usai prosesi mecaru, kegiatan dilanjutkan dengan pawai ogoh-ogoh di dalam area lapas, yang disebut sebagai yang pertama digelar di lingkungan pemasyarakatan di Indonesia. Patung ogoh-ogoh yang diarak merupakan hasil karya warga binaan sendiri.

Meski sederhana, pawai berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Tradisi ogoh-ogoh dalam rangkaian Nyepi melambangkan sifat buruk atau energi negatif yang harus dikendalikan. Bagi warga binaan, momen ini menjadi refleksi diri atas perjalanan hidup yang sedang dijalani.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai budaya dan spiritual tetap dapat hidup, bahkan di balik tembok pembatas, sekaligus menjadi bagian penting dari pembinaan berbasis kemanusiaan yang menyentuh sisi batin setiap individu.

Berita Lainnya

Ribuan Pelajar Ikuti Jakarta Road Safety Festival 2026 di Ancol

Jakarta - Sebanyak 2.000 pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta mengikuti kegiatan “Jakarta Road Safety Festival 2026” yang...

Mensos Coret Ribuan Penerima Bansos yang Terindikasi Main Judi Online

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mencoret lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial yang terindikasi menggunakan dana bansos untuk...

Purbaya Tegaskan Tak Akan Jalankan Tax Amnesty Tanpa Perintah Presiden

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan kembali menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak selama dirinya menjabat, kecuali...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS