Jelang Idul Fitri, Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh Tamiang Dipercepat

Jakarta – Proses pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipacu menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pengerjaan fasilitas tempat tinggal tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk personel TNI dan Polri yang ikut membantu proses pembangunan di lapangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (9/3), anggota Polsek Kejuruan Muda melakukan peninjauan sekaligus pengamanan di area pembangunan huntara dan huntap untuk masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.

Bacaan Lainnya

Di tempat lain, tepatnya di Desa Rantau Pauh, Kecamatan Rantau Pauh, prajurit TNI juga tampak terlibat dalam membantu pembangunan hunian bagi warga. Sejumlah personel terlihat mengangkut pasir menggunakan gerobak dorong untuk dibawa ke lantai bangunan huntara.

Material pasir tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai bahan campuran semen dan batu dalam proses pembangunan agar konstruksi bangunan menjadi lebih kuat.

Di kawasan pembangunan tersebut juga terlihat deretan bangunan semi permanen yang dipersiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang.

Program pembangunan huntara dan huntap ini diharapkan dapat segera menyediakan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi masyarakat korban bencana. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan kondisi warga menjelang Hari Raya Idulfitri.

Data hingga Minggu, 8 Maret 2026, menunjukkan bahwa pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama berbagai kementerian dan lembaga terkait telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 1.771 unit hunian sementara yang tersebar di 25 titik strategis.

Sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) saat ini telah menempati hunian tersebut. Fasilitas hunian juga dilengkapi perabot pendukung yang disediakan oleh BNPB, Kementerian Sosial, serta sejumlah lembaga kemanusiaan. Selain itu, kebutuhan dasar seperti pasokan air bersih dan akses listrik juga diberikan secara cuma-cuma untuk membantu meringankan beban para penyintas banjir.

Pos terkait