Mardiono Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PPP 2025–2030, Muktamar X Ricuh

Jakarta – Muhammad Mardiono resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Muktamar X PPP yang digelar di Jakarta Utara, Sabtu 27 September 2025.

“Saya ingin menyampaikan selamat kepada Pak Mardiono atas terpilihnya secara aklamasi dalam muktamar ke-10 yang baru saja kami ketuk palunya,” ujar Pimpinan Sidang Muktamar, Amir Uskara, dalam konferensi pers.

Pemilihan Dipercepat Karena Situasi Darurat

Awalnya, pemilihan ketua umum dijadwalkan pada hari terakhir muktamar, 29 September 2025. Namun, agenda dipercepat karena situasi yang dinilai darurat setelah muncul kericuhan antar kader.

“Diatur dalam pasal 11 AD/ART, maka proses bisa dipercepat dan kemudian ini kita anggap sebagai penyelamatan dalam kondisi yang sangat darurat,” jelas Mardiono.

Ia menambahkan, mayoritas peserta muktamar menyetujui langkah percepatan itu. Menurutnya, 28 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) yang mewakili sekitar 80 persen suara telah menyatakan dukungan.

Kericuhan Warnai Muktamar X PPP

Sejak awal pembukaan muktamar, tensi politik internal terlihat tinggi. Saat Mardiono berpidato, sebagian kader meneriakkan “Perubahan, perubahan,” sementara pendukungnya membalas dengan yel-yel “Lanjutkan, lanjutkan.”

Situasi sempat diredam dengan lantunan sholawat, namun keributan kembali pecah setelah pengesahan aklamasi diumumkan. Adu mulut berujung perkelahian fisik hingga mengakibatkan sejumlah kader mengalami luka di kepala dan bibir.

“Saya menyayangkan terjadinya keributan yang menimbulkan korban. Ada kader kami yang saat ini dirawat di rumah sakit,” kata Mardiono.

Bahkan, Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy (Gus Romy), sempat dievakuasi dari lokasi untuk menghindari bentrokan lebih lanjut.

Meski diwarnai insiden, Mardiono menegaskan bahwa proses pemilihan tetap berjalan secara konstitusional dan sah menurut AD/ART partai.

Berita Lainnya

Prabowo: Uang Rp10 Triliun yang Diselamatkan Bisa Renovasi 5.000 Puskesmas

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana Rp10,2 triliun yang berhasil dikembalikan ke negara dapat dimanfaatkan langsung untuk kepentingan rakyat, salah satunya merenovasi ribuan...

Prabowo Minta Bunga Kredit Keluarga Miskin Turun di Bawah 9 Persen

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar bunga kredit untuk keluarga prasejahtera diturunkan menjadi di bawah 9 persen. Kebijakan itu disampaikan sebagai langkah pemerintah...

Prabowo Perintahkan Satgas Deregulasi Dibentuk, Izin Usaha Diminta Tak Berbelit

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan deregulasi guna memangkas aturan dan perizinan usaha yang dinilai terlalu rumit serta memakan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS