Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan sejumlah program prioritas nasional kepada Presiden Prabowo Subianto, mulai dari pengembangan kawasan Pantai Utara Jawa hingga pembangunan jaringan kereta api nasional.
Laporan tersebut disampaikan AHY usai bertemu Presiden bersama Rosan Roeslani, Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.
“Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan. Terutama terkait dengan sejumlah program kerja prioritas nasional. Di antaranya kami tadi melaporkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan Pantai Utara Jawa,” ujarnya.
Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan, kawasan Pantura saat ini menghadapi tantangan serius berupa penurunan muka tanah dan banjir rob akibat kenaikan permukaan laut.
Menurutnya, langkah pengembangan dan perlindungan Pantura dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang berada di wilayah tersebut.
Selain membahas Pantura, AHY juga menyampaikan perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menyebut pembangunan kembali berbagai infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, perumahan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga rumah ibadah menunjukkan progres yang cukup baik.
“Termasuk juga perumahan, irigasi, dan berbagai fasilitas umum, termasuk untuk kesehatan, pendidikan, dan rumah-rumah ibadah, secara umum bisa diikuti progres yang baik, walaupun ada sejumlah isu yang juga masih menjadi tantangan di lapangan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga melaporkan arahan Presiden terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, terutama untuk jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi guna memperkuat pemerataan pembangunan dan distribusi logistik.
Pemerintah juga membahas penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk rencana pembangunan fasilitas keselamatan di sekitar 76 perlintasan sebidang di Pulau Jawa dan sebagian Sumatera.
Selain penutupan titik rawan kecelakaan, pemerintah juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan untuk meningkatkan keselamatan transportasi publik.
“Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” kata AHY.
Tak hanya itu, AHY turut melaporkan perkembangan pembangunan infrastruktur jalan daerah guna mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
Ia berharap pembangunan infrastruktur tersebut mampu memperbaiki konektivitas daerah dalam satu hingga dua tahun mendatang sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menyinggung semangat Gerakan Indonesia ASRI yang difokuskan pada penanganan sampah dan penataan kawasan kumuh agar lebih sehat sekaligus mendukung sektor pariwisata.
“Diharapkan ini semua juga bisa meningkatkan potensi pariwisata, karena memang bisa dikatakan memajukan sektor pariwisata di Indonesia sebagai ‘low hanging fruits’, sesuatu yang lebih cepat bisa kita, bukan mudah, tapi lebih cepat bisa menghasilkan nilai ekonomi jika didukung dengan Indonesia yang asri dan juga konektivitas menuju ke destinasi pariwisata tersebut bisa lebih baik dan terbuka untuk masyarakat, termasuk juga wisatawan mancanegara,” pungkasnya.
