Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Rontok

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah dan berada di zona merah pada perdagangan pagi ini menjelang akhir pekan, Jumat (13/12).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada menit-menit awal perdagangan rontok 21,34 poin atau -0,29 persen, yang membuat posisinya berada di level 7.372,89.

Pergerakan saham pada pembukaan perdagangan hari ini didominasi oleh tren mendatar. Pasalnya sebanyak 208 saham mengalami stagnanasi, 203 saham melemah, dan hanya 165 saham yang sanggup menguat.

Namun perlu Sobat Holopis ketahui, IHSG sempat berada di zona hijau dan menempati posisi tertingginya pada level 7.399,89. Namun, turun lagi ke zona merah dan sempat jatuh ke posisi yang lebih rendah.

Adapun sampai dengan perdagangan pagi ini, IHSG tercatat telah memperdagangkan 1,48 miliar lembar saham sebanyak 116.464 kali, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,10 triliun.

Terpantau, sejumlah saham mengalami koreksi yang cukup dalam pada Jumat pagi ini sehingga masuk dalam jajaran top loosers. Sejumlah saham tersebut diantaranya yakni :

  • PT Santria Antaran Prima Tbk (SAPX) dengan koreksi -15,19 persen
  • PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) melemah -12,39 persen
  • PT Bonton Furniture Industries Tbk (SOFA) menyusut -9,52 persen.

Berita Lainnya

Prabowo: Uang Rp10 Triliun yang Diselamatkan Bisa Renovasi 5.000 Puskesmas

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana Rp10,2 triliun yang berhasil dikembalikan ke negara dapat dimanfaatkan langsung untuk kepentingan rakyat, salah satunya merenovasi ribuan...

Prabowo Minta Bunga Kredit Keluarga Miskin Turun di Bawah 9 Persen

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar bunga kredit untuk keluarga prasejahtera diturunkan menjadi di bawah 9 persen. Kebijakan itu disampaikan sebagai langkah pemerintah...

Prabowo Perintahkan Satgas Deregulasi Dibentuk, Izin Usaha Diminta Tak Berbelit

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan deregulasi guna memangkas aturan dan perizinan usaha yang dinilai terlalu rumit serta memakan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS