Jakarta – Kasus penipuan berkedok kuota haji kembali mencuat. Kali ini, sekitar 20 warga Bekasi dilaporkan menjadi target modus penipuan yang mengatasnamakan penambahan kuota keberangkatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengungkapkan bahwa para korban dihubungi oleh pihak tak dikenal melalui sambungan telepon.
“Kurang lebih 20 orang masyarakat kota Bekasi yang konfirmasi ke kami. Mereka mendapatkan informasi ditelepon dari orang yang tidak dikenal. Dan mereka meminta rata-rata hampir semuanya meinta untuk update KTP elektronik dan mengirmka link,” jelas Fauzi dikutip, Senin (13/4/2026).
Modus yang digunakan pelaku terbilang rapi, yakni dengan meminta data pribadi seperti KTP elektronik melalui tautan tertentu. Namun, beruntung tidak ada satu pun korban yang terjebak hingga mengalami kerugian.
Menanggapi kejadian ini, pihak Kementerian langsung bergerak cepat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial hingga media massa.
“Kami sosialisasikan melalui media sosial, juga media cetak dan media online, bahwa himbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya Kota Bekasi kalau menerima telepon dari orang yang tidak dikenal yang menjanjikan percepatan haji ataupun apapun itu agar tidak menjadi korban penipuan,” terang dia.
Rian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membagikan data pribadi, apalagi melalui link yang tidak jelas asal-usulnya. Ia menegaskan, informasi resmi terkait layanan haji sebaiknya dikonfirmasi langsung ke kantor yang berwenang.
“Kalau mendapatkan informasi apa pun terkait haji, sebaiknya langsung datang ke kantor resmi. Jangan mudah percaya dengan informasi dari telepon yang tidak dikenal,” pungkasnya.
