Jakarta – Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi solidaritas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026). Dalam aksi ini, mereka menyuarakan tuntutan agar tiket masuk Pantai Ancol digratiskan sehingga masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap kawasan pesisir.
Aksi yang berlangsung menjelang momentum 500 tahun Jakarta itu diikuti sejumlah peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu. Mereka membentangkan spanduk putih berisi tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan tersebut.
Selain membentangkan spanduk, para peserta juga mengajak masyarakat yang mengikuti kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Bundaran HI untuk ikut menandatangani spanduk.
Ajakan itu mendapat respons beragam. Beberapa warga bersedia membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan, sedangkan sebagian lainnya memilih untuk tidak ikut berpartisipasi.
Setelah menyampaikan aspirasi di Bundaran HI, kelompok warga tersebut melanjutkan aksi menuju kawasan Sarinah. Spanduk berisi tanda tangan warga tetap dibawa sebagai media untuk menyebarluaskan tuntutan mereka kepada masyarakat.
Dalam aksinya, para peserta menyoroti pentingnya keterbukaan akses terhadap ruang publik di kawasan pesisir, terutama Pantai Ancol. Mereka berpandangan bahwa kawasan pantai seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dengan akses yang inklusif, adil, dan terjangkau.
Tuntutan penghapusan tiket masuk Pantai Ancol pun menjadi bagian dari aspirasi warga agar masyarakat dapat menikmati ruang publik pesisir tanpa dikenakan biaya masuk.
Momentum menjelang lima abad Jakarta turut menjadi latar penyampaian aspirasi tersebut. Para peserta berharap akses masyarakat terhadap kawasan pantai menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan ruang publik ibu kota.
Melalui aksi solidaritas ini, warga mendorong adanya kebijakan yang memungkinkan seluruh masyarakat mengakses Pantai Ancol secara gratis. Dengan demikian, kawasan pesisir diharapkan dapat menjadi ruang publik yang semakin terbuka dan dapat dinikmati lebih banyak warga.
