Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan pada tahun pertama kepemimpinannya.
Pencapaian tersebut dinilai sebagai prestasi besar di bidang politik dan ekonomi yang akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama di tengah gejolak ketidakpastian global.
“Sebagai wakil masyarakat daerah, kami sangat mengapresiasi kinerja pemerintah dalam membangun ketahanan pangan secara kolaboratif dan terkoordinasi. Capaian swasembada ini tentunya sangat ditentukan oleh kepemimpinan Presiden dan jajarannya dalam mendorong partisipasi semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat daerah,” ujar Sultan, Jumat (9/1/26)
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menekankan bahwa swasembada pangan merupakan elemen krusial untuk mendukung keberhasilan berbagai program prioritas nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah.
“Sejak awal, kami telah memberikan atensi serius pada ekosistem pangan yang kuat dan lengkap sebelum merealisasikan program MBG. Dengan demikian, program penting ini tidak perlu menggunakan bahan pangan impor,” tegasnya.
Sultan juga menyoroti upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi protein hewani, seperti daging, susu, serta hasil perikanan. Langkah tersebut, menurutnya, akan semakin mengukuhkan fondasi ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
“Kami percaya bahwa dengan ketersediaan pasokan pangan yang surplus secara berkelanjutan, daya tahan dan stabilitas ekonomi Indonesia akan semakin kuat, meskipun di tengah meningkatnya tantangan dinamika serta gejolak ekonomi dan geopolitik global,” tutupnya.
Pernyataan tersebut semakin relevan pasca-deklarasi resmi swasembada pangan oleh Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini, yang menandai era kemandirian pangan tanpa ketergantungan impor. Capaian ini diharapkan menjadi pendorong utama agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dengan bahan baku lokal berkualitas.
