Stafsus KSP Tegaskan Penanganan Bencana Era Prabowo Dilakukan Secara Terstruktur dan Masif

Jakarta – Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Timothy Ivan Triyono menegaskan bahwa pola penanganan bencana pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dijalankan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, Ivan menjelaskan bahwa pendekatan TSM merupakan arahan langsung Presiden Prabowo yang berulang kali disampaikan, baik dalam Sidang Kabinet Paripurna, rapat terbatas, maupun saat Presiden turun langsung ke lokasi terdampak bencana.

Presiden, kata Ivan, secara tegas mengingatkan agar tidak ada praktik “wisata bencana” oleh pejabat negara. Setiap kunjungan ke daerah terdampak harus disertai tindakan konkret serta bantuan nyata bagi masyarakat.

Arahan tersebut terlihat dalam berbagai kunjungan Presiden ke wilayah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam setiap kunjungan, Presiden selalu menggandeng para menteri dan pejabat yang memiliki keterkaitan langsung dengan penanganan bencana.

Beberapa di antaranya adalah Menteri Pekerjaan Umum, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM, hingga Direktur Utama PLN, guna memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat dan terkoordinasi di lapangan.

Ivan mencontohkan keberhasilan pembangunan jembatan darurat oleh TNI yang dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu pekan, jauh melampaui perkiraan awal.

Untuk mempercepat proses tersebut, Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Jembatan agar penanganan dapat berjalan lebih terarah dan efisien.

Selain pendekatan struktural, Ivan menilai kepemimpinan Presiden Prabowo juga ditandai dengan empati dan keterlibatan langsung di lapangan. Latar belakang Presiden sebagai prajurit tempur membentuk karakter kepemimpinan yang terbiasa turun langsung, mengecek pelaksanaan perintah, serta memastikan hasilnya dirasakan masyarakat.

“Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan perhatian negara,” ujarnya.

Dalam upaya pemulihan pascabencana, Presiden Prabowo memprioritaskan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, percepatan perbaikan fasilitas umum, pemberian bantuan stimulan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, perbaikan infrastruktur air bersih, hingga restrukturisasi kredit bagi warga terdampak.

Ivan menegaskan, rangkaian langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan berkesinambungan.

“TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Berita Lainnya

Prabowo Targetkan Produksi Motor Listrik Nasional Tembus 2 Juta Unit

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mendorong industri dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi motor listrik hingga mencapai 2 juta unit. Target tersebut disampaikan setelah...

ATR/BPN Siapkan 4 Instrumen Pertanahan untuk Dukung Ketahanan Energi Pertamina

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan empat instrumen strategis untuk membantu PT Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Empat instrumen...

Prabowo Resmikan Ribuan Jembatan dan Sumber Air, Tegaskan Bakti TNI-Polri untuk Rakyat

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan ribuan infrastruktur hasil pembangunan TNI dan Polri menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Infrastruktur yang diresmikan mencakup...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS