Jakarta – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah memberikan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk bagi Aditya, seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh nenek berusia 73 tahun, Mbah Aina, di Surakarta.
Perjalanan hidup Aditya tidak mudah. Sejak bayi, ia dititipkan oleh orang tuanya kepada Mbah Aina, namun seiring waktu, orang tuanya tidak pernah kembali. Sejak saat itu, seluruh tanggung jawab membesarkan dan merawat Aditya berada di tangan sang nenek.
“Ibu-bapaknya Aditya tidak pernah menjenguk dari lahir,” jelas Aina. “Jadi mati hidupnya anak itu adalah (tanggung jawab) saya. Saya berjuang ibaratnya agar anak ini bisa hidup, bisa sehat,” imbuh dia.
Dengan penghasilan yang tidak menentu, Mbah Aina tetap berusaha menyekolahkan Aditya dari tingkat TK hingga SMP. Ia mencari nafkah dengan mengumpulkan bunga kamboja di pemakaman serta membersihkan makam milik peziarah.
Meski sempat ragu melanjutkan pendidikan Aditya ke jenjang SMA karena keterbatasan biaya, harapan itu kembali muncul setelah ia mengetahui adanya program pendidikan gratis di SMA Sekolah Rakyat 17 Surakarta, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto.
Awalnya Aditya sempat menolak, namun Mbah Aina terus meyakinkannya demi masa depan yang lebih baik.
“Saya bilang, ‘Daripada kamu nak, lulus SMP masih kecil, kamu mau kerja, saya tidak tega’,” imbuh dia. “Jadi saya bilang ‘Nak, tandatangan di sini (di formulir pendaftaran). Ini demi kamu, demi masa depan kamu’,” lanjut Aina.
Kini, Aditya mulai merasa nyaman tinggal di asrama Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas lengkap secara gratis, mulai dari tempat tinggal, makan, hingga pakaian. Hal ini tentu sangat membantu meringankan beban ekonomi Mbah Aina.
Selain dikenal berprestasi sejak SMP, Aditya juga memiliki cita-cita menjadi seorang tentara. Ia pernah meraih berbagai penghargaan, seperti juara 2 pencak silat di ajang POPDA tingkat kota, juara pertama di kompetisi silat lainnya, serta juara 3 videografer terbaik di sekolahnya.
Mbah Aina berharap pendidikan di Sekolah Rakyat dapat membuka jalan bagi Aditya untuk meraih impiannya. Ia pun terus mengingatkan agar Aditya disiplin dan menjaga pergaulan.
“Saya bilang ‘Ya alhamdulillah kalau mau jadi tentara, nak. Nanti kamu bisa ikut Pak Presiden Prabowo’. Jadi saya berpesan agar menuruti semua perintah dan jangan membantah. Selain itu, saya minta dia tidak mengikuti teman-temannya jika mereka bertindak yang tidak-tidak,” imbuhnya.
Sebagai penutup, Mbah Aina menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program tersebut yang dinilai sangat membantu.
“Pak Prabowo, terima kasih banyak Aditya bisa ikut sekolah Anda dan ikut membantu cita-citanya. Semoga terkabul cita-citanya Aditya,” harap Aina.
