Jakarta — Pemerintah menggenjot pembangunan hunian tetap (huntap) di tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah percepatan ini dilakukan agar warga yang masih berada di pengungsian dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih layak dan permanen.
Di Sumatera Utara, perkembangan signifikan terlihat di dua kabupaten, yaitu Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara. Pengerjaan di kedua wilayah tersebut menunjukkan kemajuan yang cukup pesat.
Untuk wilayah Tapanuli Selatan, pembangunan dipusatkan di area lahan PTPN IV serta Desa Sigala-Gala, Kecamatan Batang Toru. Dari hasil peninjauan pada Senin (23/2), deretan rumah sudah mulai terbentuk dalam pola blok permukiman yang tertata. Struktur rangka dan pasangan dinding telah berdiri kokoh, meskipun pintu dan jendela belum seluruhnya terpasang.
Para pekerja tampak terus melanjutkan pengerjaan tanpa jeda demi mengejar target 272 unit rumah. Tidak hanya membangun hunian, mereka juga menggarap sarana penunjang seperti sistem drainase guna memastikan lingkungan permukiman tertata dengan baik.
Di Desa Sigala-Gala, progres fisik bangunan semakin nyata. Pemerintah merencanakan pembangunan 272 unit di atas lahan seluas lima hektare. Sejumlah dinding rumah telah terbentuk dari susunan batu bata, sementara di bagian lain para pekerja masih menyelesaikan pemasangan bata untuk unit-unit yang belum rampung.
Adapun di Tapanuli Utara, pembangunan difokuskan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting. Saat ini proses pemasangan kusen pintu dan jendela sedang berlangsung dengan capaian sekitar 60 persen.
Program pembangunan huntap ini menjadi bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pelaksanaannya melibatkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, hingga dukungan personel Tentara Nasional Indonesia dalam pengerjaan konstruksi dan distribusi material.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pembangunan 15.719 unit huntap di wilayah terdampak bencana di Sumatra, dengan rincian 3.657 unit di Sumatera Barat, 3.462 unit di Sumatera Utara, dan 8.600 unit di Aceh.
