Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya emosi sat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI saat membahas kinerja penerimaan negara pada triwulan I tahun anggaran 2026. Bahkan ia menyebut ada pihak di Kemenkeu sengaja menyebarkan isu bahwa APBN hanya tersisa untuk dua minggu saja.
“Kalau APBN tidak naik, apakah APBN kuat sepanjang tahun?, karena ada yang bilang uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis, dan ini bukan dari luar tapi dari dalam kementerian keuangan itu sendiri,” tegasnya, hari ini di Gedung DPR RI.
Purbaya juga menyinggung, karena ia menilai pihak ytang tidak bertanggung jawab tersebut seoalh melampaui kapasitasnya. “Itu yang sebarkan isu seperti itu, saya baru tau, padahal menterinya kan saya, jadi..saya agak bingung ini,” sambungnya.
Menurut Purbaya, isu tersebut sengaja dilempar ke publik karena adanya kondisi krisis minyak dunia. “Ada yang bilang begini, begitu, naik ke level yang lebih tinggi, tapi kami kan di kementerian keuangan langsung exercise untuk masing-masing Harga. Dan Harga sampai 80 dola (per barel) dan kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa…kan ada mitigasinya semua,” tukasnya.
Adapun terkait arahan Presiden Prabowo Subianto ke jajaran kabinet tentang kesiapan Indonesia menghadapi krisis minyak dunia berdasarkan perhitungan. Dia pun memastikan defisit APBN juga masih terjaga di bawah 4% meski harga minyak dunia melonjak.
“Jadi langkah-langkah yang disebutkan Bapak Presiden dan anggota kabinet yang lain di pengumuman sebelumnya itu sudah dipertimbangkan, dia mungkin nggak omongin, kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dollar per barel rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu anggaran bisa kita tekan masih di 2,92% dari PDB,” pungkasnya.
