Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna membahas sejumlah isu strategis, salah satunya mengenai tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
“Keinginan pemerintah Jakarta untuk segera melakukan pembersihan ataupun menyelesaikan persoalan monorel yang ada di sepanjang jalan Rasuna Said ini, dan kami telah mendapatkan arahan untuk apabila secara permasalahan hukum sudah selesai,” ujar Pramono usai melakukan pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 16 Oktober 2025.
Pramono menegaskan bahwa penertiban dan pembongkaran tiang-tiang monorel tersebut akan segera dilakukan begitu seluruh persoalan hukumnya tuntas. Ia menilai keberadaan struktur beton yang sudah lama terbengkalai itu menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.
“Seringkali terjadi kecelakaan kemudian juga secara penampakan tidak baik dan seringkali menimbulkan kemacetan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penataan kawasan akan dimulai pada tahun 2026.
“Maka kami akan segera tata dan mudah-mudahan di tahun 2026 segera bisa kami mulai dan juga kami selesaikan di tahun 2026,” lanjutnya.
Selain membahas persoalan infrastruktur, Pramono juga mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut turut menyinggung upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
“Sekali lagi secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPK dengan apa yang telah dibahas pada hari ini,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan penjelasan terkait kasus pengadaan RS Sumber Waras kepada Gubernur Pramono.
“Bahwa betul pada 2014 pengadaan tersebut ini dilakukan langkah penyelidikan oleh KPK,” jelas Ujang.
Namun, setelah dilakukan kajian mendalam menggunakan berbagai alat bukti, KPK memutuskan untuk menghentikan penyelidikan karena belum ditemukan cukup bukti hukum.
“Sehingga di dalam ranah penyelidikan KPK pada tahun 2023 telah menghentikan terhadap penyelidikan perkara tersebut,” pungkasnya.
