Prabowo Dikritik Boros ke Luar Negeri, DPR Bongkar Misi Besarnya!

Jakarta – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan geopolitik Indonesia di tengah dinamika global.

Menurut Sugiat, anggapan bahwa perjalanan luar negeri Presiden hanya menghabiskan anggaran negara merupakan cara pandang yang terlalu sempit dan parsial.

“Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri,” kata Sugiat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan utama kunjungan Presiden Prabowo adalah memperkuat posisi Indonesia dalam bidang investasi, perdagangan, hingga keamanan global dengan memanfaatkan keunggulan komoditas strategis seperti nikel.

“Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup,” ujarnya.

Sugiat menyebut paradigma politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Presiden Prabowo merupakan bentuk diplomasi ofensif, yakni strategi hubungan internasional yang proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.

Menurutnya, diplomasi ofensif dilakukan bukan hanya untuk merespons krisis, tetapi juga mengantisipasi berbagai tantangan global melalui pembentukan aliansi strategis dan penguatan posisi tawar Indonesia di dunia internasional.

“Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur,” kata Sugiat.

Ia mengatakan, pada akhir Mei 2026 Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke tiga negara Eropa, yakni Prancis, Austria, dan Hungaria. Ketiga negara tersebut dinilai memiliki posisi strategis bagi kepentingan Indonesia.

Sugiat juga menegaskan bahwa kunjungan luar negeri Presiden tidak bisa hanya diukur dari biaya perjalanan atau tiket pesawat semata.

Menurut dia, manfaat yang diperoleh Indonesia jauh lebih besar, mulai dari transfer teknologi pertahanan, penguatan keamanan di Laut Natuna Utara, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia sebagai kekuatan regional.

“Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan elpiji murah untuk rakyat,” ujar Sugiat.

Berita Lainnya

KPK Bongkar Modus Curang SPMB! Titipan Siswa hingga Pungli Masih Marak

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih adanya praktik pungutan liar hingga titipan calon siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di...

Prabowo Dijamu Macron di Istana Elysee, Suasana Hangat Warnai Makan Malam Kenegaraan

Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang digelar Presiden Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fetes, Istana Elysee,...

Prabowo Bikin Prancis Terpukau! 4 Kesepakatan Besar RI-Paris Resmi Diteken

Jakarta - Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto ke Republik Prancis, Kamis (28/5/2026), membuahkan hasil konkret berupa empat kesepakatan komersial baru. Kesepkatan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS