Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di 10 Downing Street, London, Selasa (20/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum bilateral untuk membahas penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris di berbagai sektor.
Dalam pertemuan itu, Keir Starmer menyampaikan apresiasi atas perkembangan positif hubungan kedua negara. Ia secara khusus menyoroti kerja sama maritim yang telah disepakati bersama Indonesia pada November lalu.
“Terima kasih atas kesepakatan maritim yang kami tandatangani, meskipun dilakukan secara virtual, pada KTT G20 lalu. Kesepakatan tersebut sangat penting bagi Inggris karena telah membuka banyak lapangan pekerjaan,” ujar Starmer, Selasa (20/1).
Kerja sama yang dimaksud merupakan Maritime Partnership Programme (MPP), sebuah kemitraan yang berfokus pada penguatan kapasitas maritim Indonesia. Program ini mencakup peningkatan kemampuan angkatan laut serta pengadaan lebih dari 1.000 armada perikanan guna menopang ketahanan pangan nasional.
Selain berdampak bagi Indonesia, program bernilai sekitar 4 miliar Pound Sterling yang dipimpin perusahaan pertahanan Inggris, Babcock, tersebut juga dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Inggris dengan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja baru. Bagi Indonesia, kemitraan ini diharapkan mampu menarik investasi di sektor galangan kapal, mendorong revitalisasi komunitas nelayan, serta memperkuat sistem pertahanan dan keamanan maritim.
Presiden Prabowo menyambut baik apresiasi tersebut dan menegaskan pentingnya kerja sama maritim dengan Inggris bagi pembangunan ekonomi nasional.
“Kami sangat puas dengan pelaksanaan kemitraan maritim ini. Saya rasa, ini akan menjadi bagian penting bagi perkembangan ekonomi maritim kami,” ujar Prabowo.
