Pemprov DKI Targetkan 153 Pasar Tradisional Naik Kelas dan Terintegrasi

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam melakukan transformasi pasar tradisional sebagai katalis pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transforming Jakarta’s Markets: Leveraging Markets as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, pada Senin (23/2).

“Pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari sekadar ruang transaksi harian menjadi destinasi perkotaan yang bernilai ekonomi, sosial, dan kultural tinggi. Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” tuturnya.

Menurut Gubernur Pramono, revitalisasi pasar harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pengembangan ekonomi perkotaan yang berdaya saing dan inklusif. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta sempat mengadakan lomba digitalisasi di 20 pasar selama dua minggu. Hasilnya, terjadi peningkatan transaksi hampir 47 persen. Hal tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat yang cepat dalam beradaptasi.

“Saat ini, transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Terdapat 153 pasar yang potensinya sangat besar dengan sekitar 286 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inilah kekuatan utama ekonomi Jakarta,” ujarnya.

Gubernur Pramono berharap pasar di Jakarta dapat berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif, interaksi sosial, ruang pelestarian budaya, sekaligus simpul pengembangan kawasan yang terintegrasi. Menurutnya, pasar-pasar di Jakarta sudah berada pada level internasional karena pengunjung datang tidak sekadar berbelanja, tetapi juga mencari pengalaman dan kenyamanan.

“Di Jakarta sudah ada beberapa pasar yang mulai dinikmati wisatawan mancanegara, seperti kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, Pasar Santa, dan lainnya. Namun, kita tetap perlu melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur fisik, sistem pembayaran melalui digitalisasi, peningkatan keamanan, hingga penanganan praktik premanisme parkir,” jelasnya.

Gubernur Pramono berharap kolaborasi terus ditingkatkan dalam pengembangan pasar. Salah satunya, melalui FGD seperti ini yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk ditindaklanjuti oleh Perumda Pasar Jaya dalam rencana pengembangan lima tahun ke depan.

“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” tutupnya.

Kegiatan FGD ini dihadiri Kepala Bappeda DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, beserta jajaran, para pejabat dari PD Pasar Jaya, serta para pemangku kepentingan lainnya

Berita Lainnya

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Gantikan Purbaya

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, (14/9/2026). Suahasil dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan...

Pengukuran Terjadwal Bikin Urus PBT Lebih Cepat

Jakarta – Layanan Pengukuran Terjadwal dinilai memberikan kepastian waktu bagi masyarakat dalam mengurus dokumen pertanahan, khususnya Peta Bidang Tanah (PBT). Proses yang sebelumnya dapat...

Komisi II DPR Kaji Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Jakarta – Komisi II DPR RI membuka peluang untuk mengkaji usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (kades) yang sebelumnya disampaikan kepada pimpinan DPR. Pembahasan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS