Pemerintah Tingkatkan Kualitas Ekosistem Karbon Biru di Pesisir Jakarta

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggalang sinergi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas ekosistem karbon biru di pesisir Jakarta. Belum lama ini, KKP bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menanam mangrove di Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara, Jakarta Utara yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara dalam keterangan resminya di Jakarta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pesisir. “Penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem karbon biru sekaligus melindungi wilayah pesisir dari dampak perubahan iklim,” ujarnya di Jakarta, Selasa (28/4).

Koswara menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Aksi lingkungan penanaman mangrove yang berlangsung baru-baru ini itu melibatkan puluhan sukarelawan dari KKP dan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Kegiatan itu, sambungnya, menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ian Lubis menyampaikan komitmen perusahaannya dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. “Sebagai pelaku usaha di wilayah pesisir utara Jakarta, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam Kota Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris menekankan bahwa penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang. Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari pengelolaan mangrove berbasis masyarakat, seperti pengembangan ekowisata dan usaha produktif lainnya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

“Hari ini kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi menanam masa depan. Mangrove berperan sebagai pelindung alami pantai sekaligus habitat penting bagi berbagai biota laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir,” jelasnya.

Penanaman dilakukan di kawasan seluas 67 hektare dengan jenis mangrove Rhizophora mucronata atau bakau merah/hitam yang dikenal adaptif dan memiliki nilai ekologis tinggi, terutama dalam menyerap karbon dan melindungi pesisir dari abrasi serta gelombang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir dan laut. Melalui kebijakan ekonomi biru, KKP terus mendorong pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, demi menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan keberlanjutannya bagi generasi mendatang.

Berita Lainnya

Jenguk Korban Tragedi Kereta Bekasi, Prabowo Siapkan Rp4 Triliun untuk Benahi Lintasan...

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendatangi korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa pagi (28/4/2026). Dalam kunjungannya, Prabowo menyampaikan...

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Melonjak Jadi 15 Orang

Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026), total korban tewas dilaporkan mencapai...

Kanal Pengaduan Digital Kementerian ATR/BPN, Jembatan Aspirasi Menuju Layanan Publik Lebih Baik

Jakarta - Pada era digital yang menuntut keterbukaan dan akuntabilitas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus bebenah untuk meningkatkan kualitas layanan,...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS