Pemerintah Pertahankan HET Minyakita Rp15.700, Jaga Daya Beli Masyarakat

Jakarta – Pemerintah memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap dipertahankan di level Rp15.700 per liter meski harga minyak sawit dunia mengalami kenaikan yang berdampak pada biaya produksi. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau sebagai prioritas utama pemerintah di tengah tekanan harga global.

“Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan harga eceran tertinggi atau HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat akibat meningkatnya harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (22/6).

Ia menambahkan, pemerintah menyadari bahwa harga bahan kebutuhan pokok menjadi perhatian utama masyarakat, khususnya kelompok rentan. Karena itu, stabilitas harga Minyakita dianggap sangat penting untuk terus dijaga.

“Pemerintah juga mendengar, melihat, dan memahami tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kelompok masyarakat yang rentan. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga Minyakita,” katanya.

Selain menjaga harga, pemerintah juga memperketat pengawasan distribusi agar Minyakita benar-benar tersalurkan sesuai ketentuan dan mudah diakses masyarakat, terutama melalui pasar rakyat.

“Selain mempertahankan harga, pemerintah juga menegaskan bahwa distribusi Minyakita berfokus pada pasar rakyat. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan distribusi dan efisiensi tata niaga Minyakita,” ujar Qodari.

Ia menegaskan, kebijakan ini tidak hanya bertujuan menjaga daya beli, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan yang stabil di seluruh wilayah.

“Tujuannya memastikan masyarakat tidak hanya dapat membeli Minyakita dengan harga sesuai ketentuan, tetapi juga memperoleh pasokan yang kontinu di pasar. Fokus pemerintah adalah memperkuat distribusi Minyakita agar semakin mudah diakses masyarakat, khususnya melalui pasar-pasar rakyat serta memastikan distribusinya berjalan dengan lebih baik,” ucap dia.

Qodari menutup dengan menekankan bahwa stabilitas harga dan pasokan minyak goreng merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kedaulatan pangan.

Berita Lainnya

Truk Pembawa Maut dan Perusak Jalan Tak Bisa Sembunyi Lagi! Kemenhub Luncurkan...

Jakarta - Pengawasan terhadap truk angkutan barang yang melebihi kapasitas dimensi dan muatan alias Over Dimension Over Loading (ODOL) kini memasuki babak baru. Kementerian...

Menteri Nusron Percepat Layanan Pertanahan untuk Tutup Celah Mafia Tanah

Jakarta  - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus membenahi sistem pelayanan pertanahan sebagai langkah untuk mempersempit peluang mafia tanah memanfaatkan kelemahan...

DPR Minta Kebijakan TKD 2027 Sesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin meminta pemerintah menjadikan kondisi keuangan pemerintah daerah sebagai salah satu pertimbangan utama dalam merancang kebijakan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS