Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman Jelang Lebaran Meski Ada Penutupan Selat Hormuz

Pertalite
DIspenser BBM jenis Pertalite di SPBU Pertamina. [Foto : Ist]

Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, meskipun muncul kekhawatiran masyarakat terkait dampak penutupan Selat Hormuz terhadap distribusi energi dunia.

Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah menegaskan bahwa kondisi ketersediaan BBM di dalam negeri masih terjaga dan tidak mengalami gangguan.

Bacaan Lainnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia memang berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun demikian, pemerintah telah melakukan langkah antisipasi dengan mengalihkan sebagian sumber pasokan dari wilayah lain.

“Kita sudah mengalihkan sumber pasokan ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak melalui Selat Hormuz. Sementara menyangkut BBM, yang kita impor bensin dan itu dari Asia Tenggara, tidak ada dari Timur Tengah. Seluruhnya dapat diproduksi oleh kilang-kilang di dalam negeri,” tutur Bahlil kepada media di Jakarta, pada Jumat (06/03).

Sebagai langkah tambahan untuk menjaga kestabilan pasokan energi, pemerintah juga meminta agar suplai minyak mentah dari berbagai kawasan lain seperti Afrika, Australia, dan Amerika Serikat ditingkatkan.

Dengan strategi tersebut, Bahlil memastikan kebutuhan bahan baku untuk operasional kilang di dalam negeri tetap tercukupi.

“Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global,” jelas Bahlil.

Saat ini, cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 23 hari kebutuhan. Pemerintah memastikan angka tersebut tetap berada dalam batas aman karena pasokan terus ditambah, baik dari produksi dalam negeri maupun impor, sebelum stok menyentuh batas minimal.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan stok BBM akan habis dalam waktu sekitar 20 hari tidak benar.

Untuk kebutuhan bensin, Indonesia mengimpor beberapa jenis bahan bakar seperti RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98 dari kawasan Asia Tenggara. Karena tidak bergantung pada pasokan dari Timur Tengah, distribusi BBM jenis ini tidak terdampak oleh dinamika yang terjadi di Selat Hormuz.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan peningkatan ketahanan energi nasional dengan menambah cadangan BBM hingga setara tiga bulan kebutuhan. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan tambahan untuk mendukung kebijakan tersebut.

Pos terkait