Pemerintah Dorong Transformasi Budaya Kerja Nasional, WFH dan Hemat Energi Mulai 1 April 2026

Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat luas dan pelaku usaha untuk mendukung penerapan Delapan Butir Transformasi Budaya Kerja Nasional, termasuk kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) serta langkah efisiensi energi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan pentingnya partisipasi semua pihak dalam mendukung kebijakan tersebut.

“Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja,” kata Teddy dalam konferensi pers daring, Selasa malam (31/3/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan produktif di tengah dinamika yang berkembang, seraya menegaskan bahwa setiap perubahan kebijakan akan diinformasikan secara cepat oleh pemerintah.

WFH Berlaku untuk ASN dan Swasta

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan ini mulai diterapkan pada 1 April 2026.

Secara umum, kebijakan mencakup:

  • Penerapan WFH bagi ASN dan sektor swasta
  • Pengurangan mobilitas dan efisiensi energi

Untuk ASN:

  • WFH diberlakukan setiap hari Jumat
  • Pembatasan penggunaan kendaraan dinas
  • Dorongan penggunaan transportasi umum
  • Pengurangan perjalanan dinas, termasuk ke luar negeri

Sementara itu, pemerintah daerah didorong untuk:

  • Menambah hari dan durasi car free day
  • Memperluas ruas jalan bebas kendaraan

Pengaturan untuk Sektor Swasta

Kebijakan bagi sektor swasta akan diatur melalui surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan, dengan penyesuaian berdasarkan karakteristik masing-masing industri, termasuk efisiensi penggunaan energi di tempat kerja.

Namun, beberapa sektor tetap dikecualikan dari WFH, antara lain:

  • Layanan kesehatan, keamanan, dan kebersihan
  • Sektor strategis seperti industri, energi, air, pangan, transportasi, logistik, perdagangan, dan keuangan

Pendidikan Tetap Tatap Muka

Untuk sektor pendidikan:

  • SD hingga SMA tetap belajar tatap muka (luring)
  • Perguruan tinggi (semester 4 ke atas) akan menyesuaikan kebijakan melalui surat edaran kementerian terkait

Imbauan Hemat Energi dan Stabilitas BBM

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk:

  • Menghemat energi
  • Mengutamakan transportasi publik
  • Tetap produktif dalam kegiatan ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah masih mengkaji harga BBM nonsubsidi dan memastikan tidak ada perubahan untuk BBM subsidi.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pola kerja yang lebih efisien, ramah lingkungan, serta tetap menjaga produktivitas nasional.

Berita Lainnya

DPR Tahan Draf RUU Siber, Khawatir Timbulkan Salah Tafsir

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) belum disebarluaskan kepada...

Pemerintah Siapkan Rp4,2 Triliun untuk Program Magang Nasional 2026, Kuota Peserta Bertambah

Jakarta - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,2 triliun untuk pelaksanaan Program Magang Nasional (MagangHub) Tahun 2026 Angkatan 2. Rangkaian program tersebut dijadwalkan mulai berjalan...

Qodari: Program MBG Akan Diperluas hingga Wilayah 3T

Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menyatakan pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS