Jakarta – Peringatan Nuzulul Qur’an bertema “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta” yang digelar di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026) berlangsung khidmat dan penuh nuansa spiritual.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh agama yang hadir, khususnya kepada ulama tafsir terkemuka M. Quraish Shihab yang memberikan ceramah singkat dalam acara tersebut.
Menurut Prabowo, tausiyah yang disampaikan Quraish Shihab memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama tentang pentingnya perdamaian serta cara menyikapi perbedaan secara bijak.
“Saya sangat berterima kasih kepada Prof. Quraish Shihab yang baru saja memberikan ceramah singkat kepada kita sekalian dan memberi pemahaman tentang hal-hal yang mendasar. Tentang arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian, serta bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus mengarah pada perpecahan,” ujarnya.
Prabowo juga mengaku tersentuh dengan penjelasan Quraish Shihab mengenai konsep keadilan dan makna kepemimpinan.
“Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan dari beliau tentang keadilan, serta tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan menjunjung tinggi kebenaran, keadilan, dan kejujuran.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, serta sebagai tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpin,” tuturnya.
Sejak awal acara, suasana khusyuk terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di ruangan istana. Ayat tersebut dibacakan oleh qari muda berbakat M. Zian Fahrezi, juara pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional Al-Ameed ke-3 di Irak.
Suara merdu Zian yang melantunkan ayat dari Surat Al-Hasyr membuat para hadirin larut dalam suasana penuh kekhusyukan, termasuk Presiden Prabowo yang menyimak dengan penuh perhatian.
Momen mengharukan juga terjadi setelah tausiyah selesai. Presiden Prabowo Subianto terlihat langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju panggung untuk membantu M. Quraish Shihab turun dari tangga.
Dengan penuh perhatian, kepala negara memapah ulama sepuh tersebut yang berjalan menggunakan tongkat. Keduanya kemudian menuruni tangga panggung secara perlahan, sebuah momen yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.





