Mata Aktivis KontranS Terancam Buta, RSCM Lakukan Transplantasi Darurat

Jakarta – Cedera serius pada mata kanan yang dialami aktivis KontranS, Andrie Yunus (27) menjadi fokus utama penanganan tim medis di RSCM. Paparan air keras yang mengenai wajahnya menyebabkan kerusakan berat dan sempat mengancam penglihatan secara permanen.

Andrie dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat dini hari dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh. Selain wajah, luka juga ditemukan pada leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Namun, kondisi mata kanan menjadi yang paling kritis sejak awal.

Bacaan Lainnya

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya trauma kimia berat pada fase akut. Zat bersifat asam yang mengenai mata menyebabkan kerusakan pada permukaan kornea hingga menurunkan kemampuan melihat secara signifikan.

Dalam kondisi tersebut, tim dokter segera melakukan tindakan lanjutan, termasuk pembersihan jaringan rusak dan prosedur transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata.

“Prosedur ini bertujuan mempercepat proses penyembuhan sekaligus mengurangi risiko kerusakan lanjutan pada jaringan mata. Membran amnion dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan mampu membantu regenerasi jaringan, sehingga kerap digunakan dalam kasus cedera mata berat,” ujar pihak RSCM dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Penanganan terhadap Andrie dilakukan secara intensif. Ia kini dirawat di ruang High Care Unit (HCU) luka bakar dengan pengawasan tim multidisiplin, melibatkan dokter spesialis mata, bedah plastik rekonstruksi, serta tenaga medis kegawatdaruratan.

Selain tindakan pada mata, terapi yang diberikan meliputi perawatan luka bakar, pemberian antibiotik, obat antiinflamasi, hingga pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil. Pendekatan ini dilakukan secara menyeluruh guna mendukung proses pemulihan.

Pihak RSCM menyebutkan kondisi umum pasien saat ini telah stabil. Namun, proses pemulihan, khususnya terkait fungsi penglihatan, masih memerlukan waktu serta pemantauan lanjutan secara intensif.

Pos terkait