Lawan Usulan IMF, Purbaya: Naikin Pajak, Lalu Hancur dan Kita Ngutang Lagi!

Jakarta -Menteri Keuangan Purbaya memastikan bahwa pemerintah masih belum ingin menaikkan pajak karyawan sebagaimana diusulkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Karena menurutnya, kondisi ekonomi RI masih kuat.

Sebelumnya diketahui, IMF mengusulkan adanya kenaikan tarif pajak penghasilan (PPh) karyawan atau PPh 21 demi menjaga defisit APBN tetap di Bawah 3%.

“Kan saya sudah bilang..sebelum ekonominya kuat, kita enggak akan ubah-ubah,” tegasnya di Gedung Parlemen, Senayan, Rabu (18/2) lalu.

Menurutnya, upaya pemerintah meneken defisit APBN agar tetap di Bawah 3% dengan melakukan cara lain, di antaranya berupa ekstensifikasi menutup kebocoran pajak dan lain sebagainya.

“Dan yang saya pastikan adalah supaya ekonominya tumbuh dengan lebih cepat, sehingga pajak saya lebih tinggi, shingga 3% itu bisa dihindari secara otomatis,” sambungnya.

Adapun usulan IMF menurut Purbaya perlu dipertimbangkan pelaksanaannya. “Kita tidak mau tiba-tiba naikin pajak, habis itu ambruk semua. Daya beli hancur dan runtuh lagi, habis itu kita terpasang hutang lagi kan,” tutupnya.

Berita Lainnya

Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif, Kemerdekaan Palestina Harga Mati

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan membangun hubungan baik bersama seluruh negara. Meski demikian,...

Kemendagri-KPK Bentuk Tim Cegah Korupsi di Daerah

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membentuk tim gabungan untuk memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Tim...

Prabowo: Rp300 Triliun Hasil Efisiensi Anggaran untuk MBG, Jembatan, dan Sekolah

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus memperketat pengelolaan anggaran negara dengan menghentikan berbagai kebocoran belanja. Langkah tersebut dilakukan agar dana negara...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS