KPK Sebut Nyepi Jadi Momentum Refleksi dan Penguatan Integritas Lawan Korupsi

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaknai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi sebagai simbol refleksi mendalam dalam upaya pemberantasan korupsi.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa praktik korupsi kerap berakar dari ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan diri, terutama ketika suara hati diabaikan dan kepentingan pribadi lebih diutamakan dibanding kepentingan publik.

“Sebab, praktik korupsi kerap berawal dari kegagalan menahan diri, ketika nurani diabaikan dan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis.

Ia lantas melanjutkan, “Nilai tapa, brata, yoga, dan semadi yang melekat dalam Nyepi mengajarkan pengendalian diri, kejernihan pikiran, serta keberanian untuk kembali pada nilai yang benar.”

Lebih jauh, KPK berharap momentum Nyepi dapat menjadi ajang perenungan sekaligus pengingat bahwa upaya melawan korupsi tidak hanya terjadi dalam proses penegakan hukum, tetapi juga dimulai dari diri setiap individu. Hal itu tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti memilih untuk jujur, menolak gratifikasi, serta tidak menyalahgunakan kewenangan sekecil apa pun.

Ia juga menilai Nyepi menghadirkan momen langka berupa keheningan yang memungkinkan setiap orang untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan menata kembali arah batin.

“Dalam keheningan itu, refleksi menjadi lebih jernih, terutama tentang kejujuran, integritas, dan batas-batas etika yang tidak boleh dilanggar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, KPK turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.

“Melalui semangat Nyepi, KPK mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat integritas sebagai fondasi utama karena Indonesia yang bersih dari korupsi hanya dapat terwujud ketika perenungan melahirkan kesadaran, dan kesadaran menjelma menjadi tindakan nyata,” ujarnya.

KPK berharap peringatan Nyepi dapat membawa kedamaian, kejernihan hati, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun tata kelola yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik korupsi.

Berita Lainnya

Ribuan Pelajar Ikuti Jakarta Road Safety Festival 2026 di Ancol

Jakarta - Sebanyak 2.000 pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK dari lima wilayah kota di Jakarta mengikuti kegiatan “Jakarta Road Safety Festival 2026” yang...

Mensos Coret Ribuan Penerima Bansos yang Terindikasi Main Judi Online

Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mencoret lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial yang terindikasi menggunakan dana bansos untuk...

Purbaya Tegaskan Tak Akan Jalankan Tax Amnesty Tanpa Perintah Presiden

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan kembali menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak selama dirinya menjabat, kecuali...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS