Jakarta – Sinergi cepat antara pemerintah dan relawan kemanusiaan berhasil menyelamatkan seorang bayi berusia dua minggu beserta ibunya dari pengungsian banjir di Aceh Tamiang. Bayi tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Bayi itu diketahui mengalami cedera persalinan berupa patah tulang bahu. Sementara sang ibu juga membutuhkan perawatan intensif karena kadar hemoglobin yang rendah dan harus menjalani transfusi darah. Keduanya sebelumnya tinggal di lokasi pengungsian Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, bersama puluhan warga terdampak banjir.
Evakuasi dilakukan setelah laporan kondisi bayi diterima oleh relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI, Dr. Muhammad Hidayat. Bersama relawan Sekolah Relawan dan tim medis, Hidayat langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi ibu dan anak tersebut.
Setelah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, evakuasi dilakukan menggunakan ambulans Puskesmas Aceh Tamiang menuju RS Adam Malik pada Jumat (2/1/2026). Proses perjalanan memakan waktu hampir seharian.
“Alhamdulillah bayi sudah dalam kondisi aman dan sedang beristirahat. Semoga tumbuh menjadi anak yang kuat dan membawa kebaikan,” ujar Hidayat usai menyerahkan pasien kepada tim medis rumah sakit.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi lintas daerah tersebut.
