Ketupat Cap Go Meh Bobon Santoso Jadi Daya Tarik Utama di Imlek Festival 2577

Jakarta – Puncak perayaan Imlek Festival 2577 yang berlangsung di Lapangan Banteng dipadati pengunjung, terutama di kawasan kuliner. Salah satu magnet terbesar dalam acara tersebut adalah sajian Ketupat Cap Go Meh berukuran raksasa yang dimasak oleh kreator konten kuliner Bobon Santoso.

Antrean panjang tak menyurutkan minat warga untuk mencicipi hidangan khas perayaan Cap Go Meh itu. Aksi Bobon yang memasak menggunakan kuali besar dengan gaya khasnya semakin menambah daya tarik tersendiri.

Roby, warga Jakarta Barat, mengaku sengaja datang bersama keluarganya demi merasakan langsung ketupat racikan idolanya. Ia bahkan rela mengantre bersama anaknya demi mendapatkan seporsi hidangan tersebut.

“Kebetulan sekali saya nge-fans dengan Bobon. Rasanya uenak, kuahnya sangat terasa, dan ayam gorengnya pas. Good deh!” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/2).

Tak hanya soal cita rasa, Roby juga menyoroti nilai kebersamaan yang terasa kuat dalam festival ini. Menurutnya, penyelenggaraan Imlek Festival yang bertepatan dengan Ramadan menjadi simbol indahnya toleransi.

“Sangat luar biasa, kita dari beragam agama dan suku berkumpul di sini. Semoga kebersamaan ini menambah solid kita sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Intan Permata Sari yang datang dari Cilegon, Banten. Ia mengaku terkesan dengan atraksi memasak Bobon yang dianggapnya unik dan menghibur.

“Seru banget, ramai banget. Terus tadi aku ikut acara ini, ambil ketupat cap go meh dari Kokoh Bobon. Ini enak banget rasanya,” ungkap Intan.

Meski dimasak dalam jumlah besar, menurutnya kualitas rasa tetap terjaga. Ia juga menyempatkan diri beribadah di Masjid Istiqlal sebelum kembali menikmati suasana festival.

Intan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar setiap tahun dengan konsep yang semakin meriah.

“Harapan saya sebagai pengunjung ya, semoga ada event-event ini lagi di tahun-tahun selanjutnya, agar bisa lebih meriah lagi,” harapnya.

Imlek Festival tahun ini bukan sekadar ajang perayaan budaya, melainkan juga ruang perjumpaan lintas latar belakang masyarakat. Kehadiran Bobon Santoso dengan Ketupat Cap Go Meh-nya menjadi simbol bahwa tradisi, kuliner, dan kebersamaan dapat berpadu dalam semangat persatuan.

Pos terkait