Jakarta — Tokoh muslim nasional Jusuf Hamka yang akrab disapa Baba Alun menyatakan dukungannya terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan komitmen serius Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian global, termasuk kemerdekaan Palestina.
Ia menilai, keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan penegasan bahwa kepentingan perdamaian harus ditempatkan di atas segalanya. Jusuf Hamka menyebut, keputusan tersebut lahir dari kecermatan Presiden RI Prabowo Subianto dalam membaca dinamika diplomasi internasional.
“Beliau ini ahli strategi. Bekas Danjen Kopassus (Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus), bekas Pangkostrad (Panglima Komando Strategis Angkatan Darat),” kata Hamka, seusai agenda pertemuan Prabowo dengan para tokoh ormas Islam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Dalam pertemuan itu, Prabowo memaparkan secara terbuka kepada para tokoh Islam alasan Indonesia memilih bergabung dengan BoP. Penjelasan tersebut, kata Hamka, membuat para tokoh memahami dasar dan tujuan kebijakan yang diambil pemerintah.
Sebagai dampak nyata dari langkah tersebut, Hamka mencontohkan bahwa bantuan pangan yang diangkut sekitar 4.500 truk kini telah dapat memasuki wilayah Palestina. Ia menekankan bahwa upaya mewujudkan perdamaian membutuhkan pendekatan strategis, bukan cara pandang yang kaku.
“Kan damai itu nggak bisa yang satu diinjak, yang satu diangkat. Dua-duanya harus dihormati. Nah, dalam hal ini ya, menurut saya, kita harus husnuzan (berprasangka baik), jangan suuzan sama pemerintah. Biarkan pemerintah menjalankan strateginya, karena di situ (BoP) juga banyak, ada beberapa negara Islam kan,” kata dia.
Lebih lanjut, Hamka menjelaskan bahwa posisi Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian memberikan ruang bagi Indonesia untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain di tingkat global. Keanggotaan itu juga membuka peluang bagi Indonesia untuk terlibat langsung dalam pengawasan proses perdamaian.
“Ya, ibarat kalau saya nggak kenal atau saya jauh, mau ngomong apa-apa nggak enak. Kalau kalian di sebelah saya, kiri kanan, kalau ada perbuatan nggak enak, kan saya tinggal sikut saja,” katanya memberi amsal.
Mengenai iuran keanggotaan, Hamka menyampaikan bahwa Prabowo telah menjelaskan dana yang dikeluarkan akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan Palestina, khususnya pembangunan. Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menyuarakan dukungan secara verbal, tetapi juga mengambil langkah nyata.
Dari paparan tersebut, Hamka menyebut para tokoh Islam dapat memahami arah kebijakan pemerintah. Bahkan, suasana pertemuan sempat diwarnai seruan takbir dari sejumlah tokoh yang hadir.
“Allahu akbar,” tiru Hamka.
