Jakarta – Kehadiran jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Punaga Jolok dengan Kampung Baru di Desa Mandala Kasih, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membawa dampak besar bagi aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah. Infrastruktur tersebut memangkas waktu tempuh antar kampung yang sebelumnya harus memutar hingga satu jam.
Salah satu siswa SDN 4 Mandala Kasih, Sinta, mengaku kini lebih mudah mengunjungi rumah temannya. Jika sebelumnya harus menempuh perjalanan panjang, kini cukup berjalan beberapa menit saja.
“Aku kalau muter atau nyeberang selalu lama sampai ke rumah teman. Kalau ke sini (melewati jembatan gantung) cuma lima menit,” kata Sinta, Sabtu (24/1/2026).
Sinta berharap jembatan gantung tersebut dapat bertahan lama sehingga bisa terus digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.
Hal serupa dirasakan oleh Aisya Albi Kamila, siswa kelas 6 SDN 4 Mandala Kasih. Menurutnya, jembatan sepanjang 80 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter itu memudahkan akses antar wilayah tanpa harus melalui jalan raya.
“Kalau main itu harus muter ke jalan raya, sekarang setelah ada jembatan ini jadi bisa nyeberang,” katanya.
Manfaat jembatan gantung juga dirasakan langsung oleh warga setempat. Soni Irmawan, warga Kampung Punaga Jolok, menyebut keberadaan jembatan ini sangat membantu berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sangat krusial. Jembatan gantung ini sangat bermanfaat untuk mengangkut beras hingga pakan ternak,” kata Soni.
Ia menambahkan, kualitas jembatan kali ini dinilai lebih kuat dibandingkan jembatan sebelumnya yang pernah dibangun di lokasi yang sama.
“Kalau dulu slingnya dua, sekarang enm. Dan slingnya tambah besar. Mudah-mudahan bisa awet,” kata Soni.
Soni pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pembangunan jembatan tersebut yang dinilai sangat membantu kehidupan warga desa.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak telah membangun jembatan gantung ini,” kata dia.





