Dasco Sidak Pasar Kramat Jati Buntut Takaran MinyaKita Disunat, Ini Hasilnya

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Komisi VI DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kedatangan para anggota dewan tersebut untuk mengecek volume takaran MinyaKita yang menjadi sorotan belakangan ini.

Dasco mengatakan, tidak menemukan pengurangan takaran pada minyak goreng merek MinyaKita. Hal itu berdasarkan pantauan lapangan terhadap produk Minyakita yang beredar.

“Ya baik dari hasil pengecekan lapangan terhadap minyak yang dijual di Pasar Kramat Jati pada hari ini ada dua merek minyak, tiga merek MinyaKita dari pabrik yang berbeda, untuk takaran kita tidak temukan ada pengurangan,” kata Dasco.

Bahkan, kata politisi Partai Gerindra ini mengatakan, harga jual MinyaKita sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan. Maka itu, dia berharap, agar harga minyak goreng ini stabil ini menjelang lebaran nanti.

“Kemudian untuk harga itu sudah sesuai HET yang kami tadi sudah tanya kepada pengecer, tadi sudah seminggu ini harga sudah sesuai HET yaitu Rp15.700 dengan harapan bahwa mudah-mudahan mendekati lebaran harga HET bisa stabil di Rp15.700,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan minta goreng kemasan bersubsidi MinyaKita tidak sesuai ketentuan dan dijual dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan pasokan dan kualitas pangan, salah satunya minyak goreng bagi masyarakat, tetapi justru menemukan pelanggaran,” kata Amran beberapa hari lalu.

Amran mengatakan, itu merupakan pelanggaran berat, khususnya pada kemasan MinyaKita yang dimaksudkan berukuran 1 liter, ternyata hanya berisi 750 hingga 800 mililiter.

Selain jumlahnya yang berlebihan, harga jualnya juga melampaui HET yang ditetapkan pemerintah. Padahal di kemasan tertera harga Rp15.700 per liter, padahal minyak ini dijual dengan harga Rp18.000 per liter.

“Minyakita dijual di atas HET, dari seharusnya Rp15.700 menjadi Rp18.000. Selain itu, volumenya tidak sesuai, seharusnya 1 liter tetapi hanya 750 hingga 800 mililiter. Ini adalah bentuk kecurangan yang merugikan rakyat, terutama di bulan Ramadhan, saat kebutuhan bahan pokok meningkat,” katanya.

Berita Lainnya

Pemerintah Mobilisasi Armada Udara untuk Salurkan Bantuan Gempa M 7,7 di NTT

Jakarta - Guna mengoptimalkan penanganan dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah merancang percepatan distribusi logistik dan pengerahan personel melalui...

HUT RI ke-81 Makin Spektakuler, 1.500 Drone hingga Kembang Api Siap Gegerkan...

Jakarta - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 bakal berlangsung meriah. Pemerintah menyiapkan beragam pertunjukan spektakuler di sejumlah kawasan ikonik...

Mau Lihat Karnaval HUT RI ke-81? Ini Rute dan Spot Terbaiknya

Jakarta - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta Pusat bakal semakin semarak dengan digelarnya karnaval pada 17 Agustus 2026. Masyarakat yang ingin menyaksikan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS