Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Menurutnya, dukungan masyarakat tidak cukup hanya berupa wacana, tetapi perlu diwujudkan melalui langkah konkret.
“Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian,” ujar Dasco dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai kondisi masyarakat sipil saat ini masih belum solid. Dasco menyoroti fenomena saling serang dan caci maki yang kerap terjadi, khususnya di media sosial, yang menurutnya justru memperkeruh ruang diskusi publik.
“Karena pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak, masyarakat sipil kita satu sama lain saling mencaci. Satu sama lain saling mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan tidak sehat, di medsos itu saya lihat sudah tidak sehat,” ujarnya.
Dasco menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membutuhkan dukungan persatuan nasional agar berbagai program yang telah dijanjikan dapat berjalan optimal, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa kritik dari masyarakat tetap penting dalam sistem demokrasi. Namun kritik tersebut sebaiknya disampaikan secara konstruktif dengan disertai data, gagasan, serta solusi yang dapat memperkaya kebijakan publik.
Menurut Dasco, polarisasi yang semakin tajam dan maraknya ujaran kebencian di media sosial berpotensi menghambat fokus pemerintah dalam menjalankan program pembangunan.
Sebagai tokoh di koalisi pemerintahan, Dasco menilai stabilitas sosial dan persatuan masyarakat merupakan faktor penting untuk memastikan berbagai kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
“Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon. Itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian,” tegasnya.
Ia pun kembali menekankan bahwa dukungan moral serta kebersamaan masyarakat menjadi modal penting bagi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjalankan agenda pemerintahan ke depan.
“Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide maupun kemudian sumbangsih yang nyata,” tutup Dasco.
