Bayi Usia Sebulan Selamat dari Banjir, Ibu di Aceh Tamiang Ungkap Aksi Heroik Prajurit TNI

Jakarta – Di balik banjir besar yang menerjang Kecamatan Karangbaru, Kabupaten Aceh Tamiang, terselip kisah kemanusiaan yang menggetarkan. Seorang bayi berusia satu bulan berhasil diselamatkan berkat keberanian seorang prajurit TNI, meninggalkan kesan mendalam bagi warga setempat.

Penyelamatan dramatis itu dilakukan oleh Sertu Giman Saputra, anggota Koramil 02 Karangbaru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, yang bertaruh nyawa demi mengevakuasi warga di tengah derasnya arus banjir.

Ibu sang bayi tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur saat mengingat detik-detik mencekam tersebut.

“Ini anak baru satu bulan. Alhamdulillah selamat, ditolong Pak Giman. Awalnya kami minta tolong sama tim SAR, tapi tidak datang,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (19/12/2025).

Ia mengungkapkan, saat itu kondisi rumah hampir terendam sepenuhnya dan air terus meninggi, membuat keluarganya hanya bisa pasrah menunggu pertolongan.

Cerita serupa juga disampaikan warga lain yang menyaksikan langsung aksi penyelamatan tersebut. Menurutnya, Sertu Giman mengandalkan peralatan seadanya untuk mengevakuasi korban banjir.

“Pak Giman menyelamatkan bayi pakai ember dan ban. Tim SAR kami panggil tidak datang, lewat saja. Kami tidak tahu minta tolong ke siapa lagi,” kata warga tersebut.

Ia menyebut kehadiran Sertu Giman layaknya penyelamat di tengah kepanikan warga yang terjebak banjir.

Proses evakuasi dilakukan melalui jendela rumah dengan bantuan ban dan tali. Sertu Giman bolak-balik menembus derasnya arus air demi memastikan warga selamat. Tak hanya itu, ia juga sempat menyelamatkan dua anggota TNI lainnya yang terjebak di atas pohon sawit.

Sertu Giman mengungkapkan, banjir mulai terjadi pada 26–27 November dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter, bahkan meningkat hingga enam meter keesokan harinya. Tanpa perahu, ia memilih berenang menggunakan ban sebagai alat bantu.

“Saya bilang ke kakeknya, bayi ini harus pakai baskom. Kalau digendong, saya tidak bisa jamin keselamatannya,” ujarnya.

Dengan keberanian dan ketulusan, Sertu Giman berhasil mengevakuasi sekitar 20 orang dari lokasi banjir.

“Saya sebagai manusia punya hati nurani. Saya korbankan nyawa. Insyaallah saya sanggup,” tuturnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, keberanian dan empati mampu menjadi cahaya harapan bagi banyak nyawa.

Berita Lainnya

ATR/BPN Sampaikan Duka atas Gempa NTT, Doakan Keselamatan Warga Terdampak

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Ungkapan duka tersebut...

Siswa Agam Tembus Paskibraka Nasional, Tetap Berlatih Meski Sekolah Hancur

Jakarta - Ahmad Al-Fatih, pelajar SMA Negeri Cendekia asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendapat kesempatan membanggakan daerahnya setelah terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera...

Yatim Piatu dari Papua Pegunungan Wujudkan Mimpi Jadi Paskibraka Nasional

Jakarta - Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Julia Maharani Dabi sudah memiliki impian untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS