Jakarta – Menghadapi Ramadan 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan relatif sangat cukup hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pengawasan distribusi serta percepatan penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) terus diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan penyerapan hasil panen petani.
“Kondisi ketersediaan pangan saat ini relatif sangat cukup untuk menghadapi Ramadan hingga Idulfitri, termasuk periode hari besar keagamaan lainnya. Secara umum dalam kondisi aman,” ujar Ketut, Rabu (25/2/2026).
Dari sisi distribusi, khususnya beras, pemerintah telah menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui sejumlah program, antara lain 720 ribu ton untuk bantuan pangan, 1,5 juta ton melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta sekitar 70 ribu ton untuk penanganan bencana.
Kapasitas penyimpanan juga dinilai memadai. Gudang Bulog wilayah Sumsel-Babel memiliki daya tampung sekitar 72,2 ribu ton, ditambah gudang non-Bulog sekitar 75,1 ribu ton, sehingga pengelolaan stok dinilai aman.
Dari sisi kualitas, perawatan cadangan beras dilakukan secara berkala, termasuk fumigasi tiap tiga bulan dan penyemprotan rutin setiap bulan untuk menjaga mutu stok.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bapanas membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Pangan yang melibatkan pemerintah daerah, dinas terkait, hingga unsur TNI dan Polri.
“Jika ada indikasi gejolak harga, tim langsung turun ke lapangan. Pengawasan dilakukan secara berkala agar harga tetap dalam koridor kewajaran,” tegas Ketut.
