4 Pedoman Prabowo Memimpin Indonesia: Konstitusi, Kepentingan Nasional hingga Generasi Masa Depan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan empat pedoman utama yang menjadi pijakan pemerintahannya dalam memimpin Indonesia.

Pedoman tersebut berangkat dari sumpah yang diucapkannya pada 20 Oktober 2024, ketika ia berjanji menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Bagi Prabowo, kepemimpinan bukan semata soal menjalankan pemerintahan, tetapi juga tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan bangsa.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Prabowo mengatakan sumpah tersebut menjadi landasan dalam menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia. Selama memimpin pemerintahan, ia menyebut ada empat hal yang terus menjadi pegangan.

“Pertama, kami bekerja untuk menjaga dan melaksanakan perintah-perintah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Pedoman kedua adalah menjaga, menjalankan, dan melindungi kepentingan inti nasional yang vital.

Menurut Prabowo, hal itu mencakup upaya menjaga kekayaan bangsa agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

“Hal ini termasuk menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia, agar dapat sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menempatkan kepentingan nasional sebagai hal yang tidak boleh lepas dari arah pembangunan.

Kekayaan Indonesia, kata dia, harus dikelola dengan tujuan akhir memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan tertentu.

Pedoman ketiga adalah bekerja cepat untuk mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi rakyat. Pemerintah, menurut Prabowo, harus hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi dan tidak membiarkan persoalan berlarut-larut.

“Kami bekerja untuk mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegasnya.

Sementara itu, pedoman keempat menekankan orientasi jangka panjang. Setiap kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga mempertimbangkan kehidupan generasi berikutnya.

“Dalam bekerja, kami selalu berorientasi kepada kepentingan rakyat, kepentingan anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka,” kata Prabowo.

Berita Lainnya

Joko Purnomo, Petani Ngawi yang Sulap SHU Pupuk Jadi Air Minum Gratis

Jakarta - Bagi Joko Purnomo, menjadi petani bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sri Makmur, Desa Purwosari, Ngawi, Jawa...

Prabowo: 663 Hari, 121 Kebijakan Transformatif untuk Benahi Masalah Puluhan Tahun

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintahannya telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari atau sekitar 21 bulan sejak dirinya memimpin...

Prabowo Tiba di Parlemen, Sidang Tahunan MPR 2026 Segera Dimulai

Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Kehadirannya untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS