“Kerajaan Arab Saudi tentu akan mengambil tindakan-tindakan yang semestinya dalam rangka mengamankan warga Arab Saudi, para pengunjung, dan juga jamaah umrah,” kata Faisal saat konferensi pers di Kedutaan Besar Saudi di Jakarta, pada Jumat malam (16/10/2026).
Faisal mengatakan, langkah-langkah pengamanan tersebut tetap berjalan seiring dengan komitmen Arab Saudi untuk mengedepankan perdamaian. Ia juga menyebut kondisi di dalam negeri kerajaan saat ini masih kondusif, stabil, dan aman meskipun menghadapi serangkaian serangan Houthi.
Menurutnya, Arab Saudi memiliki hak berdasarkan hukum internasional untuk mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya, sekaligus melindungi warga negara serta ekspatriat yang tinggal di negara tersebut.
Dalam penjelasannya, Faisal turut menyinggung upaya penyelesaian konflik Yaman yang telah berlangsung sejak 2014. Ia mengatakan Arab Saudi terus mendorong penyelesaian politik yang menyeluruh dan berkelanjutan bersama berbagai pihak di Yaman serta Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman.
“Namun, milisi Houthi terus menolak upaya perdamaian dan menghalangi pencapaian solusi politik komprehensif di Yaman. Houthi lebih memilih eskalasi militer yang terus-menerus,” kata dia.
Faisal menegaskan Arab Saudi melalui Koalisi Internasional mendukung legitimasi pemerintahan Yaman. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah Yaman yang sah untuk memperkuat kemampuan negara itu dalam menjaga keamanan dan stabilitas.
