Pemulihan Bencana Sumatera: 20.770 Huntara Rampung, Jalan Nasional Pulih 100 Persen

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 20.770 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun, sementara seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak bencana telah kembali berfungsi.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengatakan pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

“Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” kata Tito seperti ditulis, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan data Satgas PRR per 9 Oktober 2026, pemulihan mencakup penyediaan tempat tinggal bagi warga terdampak, perbaikan infrastruktur transportasi, serta pengoperasian kembali fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah.

Pembangunan Huntara Hampir Selesai

Penyediaan hunian sementara menjadi salah satu fokus pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat setelah bencana. Dari target 20.803 unit huntara, sebanyak 20.770 unit atau sekitar 99,8 persen telah rampung. Sebanyak 20.728 unit di antaranya sudah ditempati warga.

Selain hunian sementara, pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat akibat bencana.

Dari rencana pembangunan 57.027 unit huntap di tiga provinsi, sebanyak 2.103 unit telah selesai dibangun dan 1.844 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Pembangunan hunian tetap tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Penyediaan huntap diharapkan memberikan tempat tinggal yang lebih permanen bagi warga terdampak.

Jalan dan Jembatan Nasional Kembali Berfungsi

Pemulihan infrastruktur transportasi menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas penduduk, distribusi barang dan bantuan, serta aktivitas perekonomian di wilayah terdampak.

Satgas PRR mencatat seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak telah kembali berfungsi hingga 9 Oktober 2026.

Sementara itu, pemulihan infrastruktur daerah masih berlangsung. Sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas jalan daerah terdampak telah kembali berfungsi. Untuk jembatan daerah, sebanyak 827 dari total 1.184 jembatan terdampak telah pulih.

Pembangunan jembatan juga melibatkan Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri. Berdasarkan rekapitulasi dalam laporan Satgas PRR, kedua institusi tersebut telah menyelesaikan pembangunan 590 jembatan dari berbagai kategori.

Rumah Sakit dan Puskesmas Kembali Melayani

Pemerintah juga memulihkan fasilitas kesehatan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan medis selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan 87 rumah sakit pemerintah yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi, termasuk fasilitas yang sebelumnya sempat berhenti memberikan pelayanan.

Selain itu, seluruh 867 puskesmas terdampak dilaporkan telah kembali melayani masyarakat. Sejumlah puskesmas masih memanfaatkan bangunan modular atau lokasi pelayanan sementara untuk menyesuaikan kondisi pascabencana.

Beroperasinya kembali fasilitas kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses layanan medis bagi masyarakat di wilayah terdampak.

 

Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Berjalan

Pemulihan juga menyasar sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar telah kembali berlangsung di seluruh 4.922 sekolah yang terdampak bencana di ketiga provinsi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.823 sekolah telah menggunakan bangunan sekolah asal, sedangkan 99 sekolah lainnya masih memanfaatkan ruang kelas darurat.

Meski kegiatan pembelajaran telah berjalan kembali, penggunaan ruang kelas darurat di sejumlah sekolah menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan masih perlu dilanjutkan hingga seluruh kegiatan belajar dapat berlangsung di tempat yang lebih layak.

Ribuan Tempat Ibadah Kembali Digunakan

Di sektor sosial dan keagamaan, sebagian besar tempat ibadah yang terdampak juga telah kembali beroperasi.

Berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 1.558 dari 1.593 tempat ibadah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali digunakan masyarakat.

Pemulihan fasilitas keagamaan tersebut mendukung keberlangsungan aktivitas ibadah sekaligus membantu masyarakat membangun kembali kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Lanjutkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana di Sumatera berlanjut dari tahap tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Melalui koordinasi Satgas PRR, pemerintah berupaya memulihkan hunian, infrastruktur, dan pelayanan dasar secara bertahap.

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pekerjaan pemulihan masih berlanjut, terutama penyelesaian pembangunan huntap serta perbaikan jalan dan jembatan daerah yang belum sepenuhnya kembali berfungsi.

Keberhasilan pemulihan tidak hanya dilihat dari jumlah bangunan atau fasilitas yang selesai diperbaiki, tetapi juga dari kembalinya fungsi fasilitas tersebut dalam menunjang kebutuhan dan aktivitas masyarakat terdampak bencana.

Berita Lainnya

Kabakom: Prabowo Ingin Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Seluruh Rakyat

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan kehadiran negara melalui pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat...

Mahasiswa Sampaikan Aspirasi ke Kepala Bakom dan Menteri Koperasi di FLS 2026

Jakarta - Sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi dan masukan terkait komunikasi pemerintah, transparansi informasi publik, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam rangkaian Indonesia...

KY Dorong Penguatan Pengamanan Pengadilan Usai Insiden di PN Pati

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) menyoroti insiden penyiraman air terhadap juru bicara Pengadilan Negeri (PN) Pati, Jawa Tengah, sebagai pengingat pentingnya perlindungan bagi hakim...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS