Stok Beras NTT Tembus 39 Ribu Ton, Pemerintah Pastikan Warga Terdampak Gempa Tak Kelaparan

Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.

Berbagai bantuan pangan disiapkan, mulai dari bantuan reguler hingga bantuan khusus untuk warga yang terdampak bencana. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 20 Agustus 2026, total bantuan pangan reguler dan bantuan khusus penanganan bencana di NTT mencapai 26.440,4 ton dengan nilai sekitar Rp370,2 miliar.

Bantuan reguler periode Juli-September dialokasikan kepada 861.510 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total 25.579 ton senilai Rp358,1 miliar.

Sementara itu, bantuan khusus untuk penanganan bencana mencapai 861,5 ton dengan nilai sekitar Rp12,1 miliar.

Untuk lima wilayah yang terdampak gempa, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo, total bantuan pangan mencapai 6.673,2 ton dengan nilai Rp93,5 miliar.

Jumlah tersebut terdiri dari bantuan pangan reguler sebanyak 5.811,7 ton senilai Rp81,4 miliar serta bantuan khusus bencana sebanyak 861,5 ton dengan nilai Rp12,1 miliar.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah telah menyiapkan cadangan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Di NTT, stok beras yang tersedia mencapai sekitar 39.000 ton. Sementara kebutuhan untuk sekitar 34.600 pengungsi diperkirakan hanya sekitar 300 ton setiap bulan.

Amran menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kekurangan beras selama masa pemulihan.

“Yang jelas, tidak boleh ada yang tidak kebagian bantuan atau kelaparan. Itu tidak boleh. Apa pun caranya, transportasi darat, laut, udara, kita lakukan semua,” kata Amran, Kamis (20/8/2026).

Ia bahkan memastikan urusan ketersediaan beras menjadi tanggung jawabnya selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.

“Intinya tidak akan kekurangan beras. Kalau beras, tanggung jawab saya,” ujarnya.

Amran juga meminta distribusi bantuan tidak terhambat persoalan administrasi ketika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan segera.

Posko dan tim Bapanas di daerah diminta bergerak berdasarkan kebutuhan masyarakat serta memastikan stok dapat disalurkan tepat waktu.

“Kapan saja butuh, enggak masalah. Jadi jangan menunggu bulan. Tiba-tiba sudah habis. Tim kami 24 jam di posko,” tegas Amran.

Hingga 20 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan sekitar 6.000 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana di NTT.

Khusus Kabupaten Manggarai, sebanyak 15 ton beras kembali dikirim pada Kamis (20/8). Bantuan tersebut akan terus ditambah apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya kebutuhan tambahan di lapangan.

Pemerintah berharap distribusi pangan tersebut dapat membantu masyarakat melewati masa pemulihan, terutama bagi keluarga yang masih harus memperbaiki rumah, memulihkan pekerjaan, maupun menata kembali kehidupan setelah bencana.

Dengan cadangan beras yang mencapai puluhan ribu ton dan distribusi yang dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, pemerintah menegaskan masyarakat terdampak gempa di NTT tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan pangan selama masa pemulihan.

Berita Lainnya

Prabowo Kumpulkan Petugas HUT RI di Hambalang, Pesannya Bikin Merinding

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang para petugas yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ke Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa...

IHSG Menguat 107 Poin, 4 Saham Ini Jadi Incaran Analis

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Setelah sempat bergerak melemah beberapa kali, IHSG akhirnya ditutup...

Tim 9 Kejagung Periksa 4 Saksi, Kasus TPPU Febrie Adriansyah Terus Didalami

Jakarta  — Penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus bergulir. Tim...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS