Kelilingi Lokasi Gempa NTT, Fernando Dorong Ambulans Udara segera Direalisasikan

Jakarta – Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri atas banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa. Jarak yang jauh dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan membuat proses evakuasi pasien membutuhkan waktu lebih lama.

Situasi tersebut mendorong Sekretaris DPD Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Provinsi NTT Fernando Jose Osorio Soares mendukung rencana pemerintah pusat menghadirkan ambulans udara. Menurutnya, moda transportasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan pasien, khususnya di daerah terpencil.

Fernando menyampaikan hal itu setelah meninjau langsung sejumlah lokasi yang terdampak gempa. Dari hasil kunjungannya, ia melihat bahwa kecepatan mobilisasi menjadi salah satu faktor penting ketika tenaga medis harus menangani pasien dalam kondisi darurat.

Ia menilai kebutuhan transportasi udara di NTT memiliki karakteristik berbeda dengan wilayah yang memiliki jaringan jalan dan akses darat yang lebih memadai.

“Jadi itu kita berharap ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh, tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan,” kata Fernando dikutip, Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Fernando juga membawa bantuan berupa obat-obatan yang disiapkan berdasarkan masukan dari dokter dan tenaga medis. Bantuan itu diberikan untuk membantu menambah persediaan obat di fasilitas kesehatan yang menangani masyarakat terdampak bencana.

“Dokter-dokter spesialis, mereka memberikan banyak rekomendasi. Jadi kita bawa obat lumayan banyak. Mudah-mudahan ini bisa menambah stok obat di sini dan juga mungkin obat yang belum ada di sini bisa menjadi lengkap,” ujarnya.

Keterbatasan tenaga kesehatan juga menjadi persoalan yang ia temukan saat mengunjungi salah satu puskesmas di kawasan terdampak gempa. Fernando menyebut fasilitas kesehatan tersebut harus memberikan pelayanan kepada 5.774 warga dengan dukungan satu dokter dan 15 perawat.

Kondisi tersebut dinilai semakin berat ketika terjadi bencana. Selain keterbatasan jumlah tenaga medis, masyarakat yang membutuhkan pertolongan juga berada di lokasi yang saling berjauhan. Akibatnya, proses evakuasi maupun rujukan pasien menjadi lebih sulit.

“Bayangkan, 5.774 dilayani oleh satu dokter, 15 perawat. Pada saat kondisi bencana, bagaimana? Kemudian tersebar, jauh-jauh. Bagaimana untuk kita menyelamatkan nyawa?” katanya.

Fernando menegaskan bahwa kebutuhan ambulans udara berkaitan langsung dengan upaya menyelamatkan pasien. Menurut dia, dalam kondisi kritis, selisih waktu perjalanan dapat menentukan keselamatan seseorang.

“Ini kita bukan bicara apa. Ini nyawa. Orang yang tidak paham, orang yang tidak ada di situasi itu mungkin pikir bahwa kita omong kosong. Tapi kalau mereka yang menghadapi situasi begini, ini sangat-sangat kita butuhkan,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap rencana Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah pusat mengenai penyediaan ambulans udara dapat segera diwujudkan. Menurut Fernando, fasilitas tersebut penting terutama bagi daerah kepulauan, wilayah terpencil, serta kawasan yang memiliki keterbatasan akses menuju rumah sakit rujukan.

Ambulans udara tidak hanya dapat digunakan untuk mempercepat evakuasi pasien dalam kondisi kritis. Kehadirannya juga berpotensi mendukung distribusi tenaga kesehatan, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan medis ketika jalur transportasi darat maupun laut mengalami kendala.

“Jadi itu kita berharap. Ini Bapak Presiden, Pemerintah Pusat, rencana ambulans udara. Kami di wilayah kepulauan ini sangat butuh. Mungkin orang di tempat lain tidak butuh. Tapi kami di tempat ini sangat membutuhkan. Dan saya yakin di seluruh wilayah Indonesia pasti butuh,” pungkas Fernando.

Berita Lainnya

388 Pelajar SUGT Tembus Kampus Top Dunia, Naik 177 Persen

Jakarta - Prestasi pelajar Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) di tingkat internasional kembali mencatat peningkatan. Sebanyak 388 siswa berhasil lolos seleksi masuk berbagai perguruan...

Perlinsos Digital Pangkas Verifikasi Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit

Jakarta – Pemerintah terus mendorong digitalisasi layanan perlindungan sosial (Perlinsos) untuk mempercepat proses pendaftaran dan memastikan bantuan sosial diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi...

Korban Gempa NTT Tembus 71 Orang, BNPB Percepat Distribusi Bantuan

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS