Bima Arya: WFH ASN 18 Agustus Tak Wajib, Pesta Rakyat Tetap Bisa Digelar

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menjelaskan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Selasa (18/8/2026).

Bima menegaskan, penerapan WFH tersebut tidak bersifat wajib. Kebijakan itu lebih diarahkan untuk memberikan fleksibilitas kepada masyarakat yang masih ingin menggelar pesta rakyat sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Bima, tanggal 18 Agustus bukan ditetapkan sebagai hari libur nasional maupun cuti bersama. Meski demikian, pemerintah meminta kantor pemerintahan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak melanjutkan kegiatan perayaan kemerdekaan.

“Jadi dari Setneg disampaikan bahwa semua daerah diminta untuk memberikan kemudahan apabila ada warga yang ingin melaksanakan pesta rakyat. Jadi agak fleksibel jadwalnya,” kata Bima, dikutip Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan fleksibilitas tersebut bukan berarti seluruh kegiatan pemerintahan dihentikan. Aparatur dan instansi pemerintah tetap menjalankan aktivitasnya, tetapi diberikan ruang untuk menyesuaikan kegiatan apabila diperlukan.

Kebijakan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga yang belum sempat mengadakan pesta rakyat pada 17 Agustus untuk melaksanakannya sehari setelah puncak peringatan kemerdekaan.

“Jadi mungkin bukan cuti bersama atau bukan libur, tapi diminta agar kantor pemerintahan dan juga yang lain memberikan kemudahan karena kita ingin memberikan kesempatan warga yang hari ini mungkin belum melaksanakan pesta rakyat bisa melaksanakan besok,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Bogor ini mengatakan imbauan mengenai fleksibilitas kegiatan juga dapat diterapkan di lingkungan perusahaan swasta. Namun, keputusan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pimpinan perusahaan dan tidak bersifat mengikat.

“Ya diimbauan saja. Memang artinya tidak wajib, tapi para pimpinan perusahaan dan lain-lain kalau ingin melakukan pesta rakyat, kegiatan-kegiatan 17-an masih bisa besok,” kata Bima.

Bima menambahkan, kebijakan tersebut pada dasarnya bertujuan menjaga semangat kebersamaan masyarakat dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan.

“Konteksnya kan kebersamaan, ya pesta rakyat,” tutur Bima.

Berita Lainnya

Pengungsi Anak Korban Gempa NTT Tak Hanya Dapat Bantuan, Trauma Healing dan...

Jakarta - Penanganan warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan fisik maupun psikologis. Selain bantuan kebutuhan dasar,...

1.500 Drone Hiasi Langit Jakarta, Bawa Pesan Doa untuk Korban Gempa NTT

Jakarta - Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, saat perayaan Malam Merdeka dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/206)...

HUT ke-81 RI, ATR/BPN Luncurkan 3 Terobosan Layanan Pertanahan

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meluncurkan tiga transformasi layanan pertanahan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Langkah...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS