MBG Ubah Hidup Zuharni, Kini Bisa Kerja Dekat Rumah Sambil Urus Tiga Anak

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah menjadi sumber penghasilan baru sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Zuharni (41), warga Wonosobo, Jawa Tengah, yang hampir setahun terakhir menjadi relawan di SPPG Sapuran Jolontoro. Sebelum bergabung dalam program MBG, ia menjalani usaha berjualan pakaian secara keliling selama kurang lebih lima tahun.

Kesempatan bekerja di SPPG datang setelah ia mengetahui adanya lowongan pekerjaan di sekitar tempat tinggalnya. Zuharni kemudian mendaftarkan diri dan akhirnya diterima menjadi bagian dari tim pelaksana program MBG di wilayahnya.

Bagi Zuharni, jarak tempat kerja yang dekat dengan rumah menjadi nilai tambah. Ia tetap bisa menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga sekaligus mengurus anak-anak tanpa harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama.

“Karena dekat rumah, bisa sambil mengurus anak-anak, sambil mengurus rumah,” ujar Zuharni.

Kondisi tersebut semakin penting karena sang suami bekerja di Semarang sebagai pekerja bengkel sekaligus penjaga pabrik. Ia hanya dapat pulang ke Wonosobo sekitar dua pekan sekali.

Sementara itu, Zuharni menjalani aktivitas sehari-hari bersama ketiga anaknya, termasuk anak bungsunya yang baru berusia 23 hari.

Menurutnya, pekerjaan di SPPG memberikan dampak positif terhadap kondisi ekonomi keluarga. Pendapatan yang diperoleh membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak.

“Alhamdulillah sangat terbantu, sangat menolong. Tadinya kalau sebelum kerja di situ kan gali lubang tutup lubang. Sekarang cukup untuk hari-hari, bayar anak-anak sekolah, terus yang lain-lain itu alhamdulillah cukup,” katanya.

Zuharni mengaku bersyukur karena memiliki pekerjaan yang mampu menopang kebutuhan keluarga, meski bukan soal besarnya penghasilan. Yang terpenting baginya adalah memiliki pemasukan yang stabil sembari tetap bisa mendampingi anak-anak di rumah.

Selain manfaat ekonomi, ia juga melihat dampak positif MBG terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, program tersebut membantu masyarakat memperoleh makanan bergizi dengan menu yang mengandung protein seperti ayam dan telur, yang sebelumnya tidak selalu tersedia dalam konsumsi sehari-hari.

Pengalaman itu membuat Zuharni berharap program MBG dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun kesempatan kerja.

“Semoga bisa terus berjalan, biar yang kerja itu bisa tetap kerja,” harapnya.

Kisah Zuharni menjadi salah satu contoh bagaimana pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar penerima manfaat makanan bergizi, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat. Bagi dirinya, menjadi relawan SPPG bukan sekadar pekerjaan, melainkan sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memungkinkan dirinya tetap menjalankan peran sebagai seorang ibu.

Berita Lainnya

Bonus Demografi Jakarta Capai 71,63 Persen, Rano Karno Soroti Potensi Ekonomi Kreatif

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai Karang Taruna memiliki posisi penting dalam mempersiapkan generasi muda yang produktif, kreatif, serta memiliki kepedulian...

Pilkades Bekasi Usai, 154 Kades Terpilih segera Dilantik 4 November 2026

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menetapkan jadwal pelantikan 154 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2026 pada 4 November 2026. Jadwal tersebut tercantum...

Lampaui Target 2029! LP2B Nasional Kini Capai 87,63 Persen

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menegaskan komitmennya dalam melindungi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai bagian penting dari upaya...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

FEED NEWS