Prabowo Kembali Kunjungi Prancis, Salat Idul Adha Diperkirakan Digelar di Luar Negeri

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan lawatan ke Prancis dalam rangka kunjungan kerja. Kepala negara diketahui telah bertolak ke Prancis pada Senin malam, 25 Mei 2026.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mengatakan Presiden masih berada di Prancis hingga Rabu, 27 Mei 2026, sehingga pelaksanaan Salat Iduladha akan menyesuaikan agenda dan situasi di negara tersebut.

“Pak Presiden kan semalam sudah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri ya, ke Prancis,” kata Juri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

“Jadi, tentu akan menyesuaikan (lokasi shalat Idul Adha Presiden), karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja,” sambungnya.

Saat dimintai penjelasan terkait agenda Presiden selama berada di Prancis, Juri menyebut informasi lebih rinci akan disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono.

“Nanti Pak Menlu yang menjelaskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memang dijadwalkan kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke Prancis dalam waktu dekat guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

“Juga rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Sugiono dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga sempat mengunjungi Paris pada 14 April 2026 untuk bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam pertemuan tertutup.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral serta peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Sugiono menyebut salah satu fokus kerja sama berada di bidang industri pertahanan, mengingat Indonesia memiliki kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan Prancis.

Selain sektor pertahanan, kedua negara juga membahas penguatan kerja sama pendidikan, terutama di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung transfer teknologi dan peningkatan penguasaan teknologi alutsista.

Menurut Sugiono, hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron menjadi modal penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Prancis.

Ia menambahkan, Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia sehingga perluasan kerja sama di berbagai sektor diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua negara.

Berdasarkan data pemerintah, sejak menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo telah tiga kali melakukan kunjungan ke Prancis. Dua kunjungan sebelumnya dilakukan pada 14 Juli 2025 saat menghadiri Parade Militer Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, serta pada 23 Januari 2026 untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis.

Berita Lainnya

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing...

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal perikanan di atas 30 GT -...

ATR/BPN Siapkan Langkah Baru, Konflik Agraria Bakal Diselesaikan Berbasis HAM

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerima hasil kajian Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria Berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) yang...

Prabowo Bahas Ekonomi dengan DEN, Transformasi Digital Pemerintah Dipercepat

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajarannya di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Selasa,...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS