Jakarta – Masjid Istiqlal kini dilengkapi 260 kamera CCTV berteknologi canggih yang mampu mendeteksi wajah atau face recognition untuk meningkatkan keamanan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan teknologi tersebut dapat membantu mengungkap pelaku kejahatan seperti pencopet maupun pencuri dalam waktu singkat.
“Kami di Istiqlal ini memiliki 260 CCTV dan itu sangat canggih. Kalau ada yang misalnya sengaja melakukan pengambilan haknya orang lain, maka itu bisa direkam dan dalam tempo singkat, InsyaAllah bisa ditemukan karena ada raut wajah bisa kebaca, biometrik. Nanti connect dengan KTP-nya, alamatnya lengkap,” kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Senin (25/5).
Ia menjelaskan, sistem CCTV yang diimpor dari Jepang tersebut termasuk salah satu teknologi keamanan paling canggih di Indonesia saat ini.
Meski demikian, Nasaruddin tetap mengingatkan para jamaah agar tetap berhati-hati menjaga barang bawaan selama pelaksanaan Salat Iduladha.
BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas Menu MBG, Guru dan Posyandu Kini Bisa Nilai Kualitas Makanan
Selain kamera pemantau, Masjid Istiqlal juga dilengkapi alat pendeteksi benda berbahaya seperti senjata tajam hingga senjata api untuk memperketat sistem keamanan.
“Kita punya alat-alat yang canggih. Siapa pun yang memasuki ruang Istiqlal, itu jangan membawa senjata tajam, apalagi senjata api,” ucapnya.
Masjid Istiqlal dijadwalkan menggelar Salat Iduladha tingkat kenegaraan pada Rabu, 27 Mei 2026 mulai pukul 07.00 WIB.
Bertindak sebagai khatib yakni Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis dengan tema khutbah “Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Sementara imam salat akan dipimpin oleh Ahmad Anshoruddin Ibrahim.
Terkait kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Nasaruddin mengaku belum dapat memastikan karena Presiden masih menjalani kunjungan kerja di Eropa.
“Ya, kita berharap Presiden sudah tiba di Indonesia. Tapi kalau tidak, InsyaAllah ada Pak Wapres,” pungkasnya.
