Prabowo: Indonesia Kini Disegani Dunia, Diminta Bantu Australia hingga Filipina

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyatakan posisi Indonesia di mata dunia semakin diperhitungkan dan dihormati, terutama di tengah situasi krisis global yang melanda berbagai negara. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“Saya kalau ke luar negeri sebagai Presiden Indonesia, saya sangat dihormati sekarang. Sangat dihormati,” ujar Prabowo.

Menurutnya, penghormatan dari negara lain terlihat dari meningkatnya permintaan bantuan kepada Indonesia, termasuk dari negara-negara seperti Australia, Brasil, hingga Filipina.

Prabowo mengungkapkan, salah satu bentuk bantuan yang diminta adalah pasokan pupuk urea karena produksi pupuk Indonesia saat ini mengalami surplus.

“Mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita karena produksi pupuk kita lebih. Kita diminta bantuan oleh Australia, kita berikan. India, Brasil, Filipina. Saudara-saudara bayangkan, Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menilai Indonesia mampu tetap tenang menghadapi tekanan ekonomi global ketika banyak negara mengalami kepanikan.

Ia meyakini kondisi itu terjadi karena Indonesia memiliki kemampuan dan fondasi ekonomi yang kuat untuk menghadapi tantangan dunia.

Presiden turut menyinggung prediksi sejumlah lembaga dan pakar internasional yang memperkirakan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.

Menurut Prabowo, berbagai proyeksi internasional menempatkan Indonesia berpotensi menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat atau kelima di dunia, bahkan melampaui sejumlah negara maju seperti Inggris, Prancis, dan Italia.

“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima, bahkan keempat terbesar di dunia,” ucapnya.

“Ini bukan saya yang mengatakan. Saya sendiri tidak pernah bermimpi, berharap. Kita hanya ingin hidup layak. Tapi mereka mengatakan kita akan menjadi negara ekonomi keempat, kelima. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Prancis, Italia,” lanjutnya.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar berbagai capaian dan prediksi tersebut tidak membuat Indonesia terlena maupun bersikap sombong. Ia menilai masih banyak tantangan dan persoalan nasional yang harus dibenahi bersama.

“Ini membuat kita harus lebih percaya diri. Memang masih ada banyak kekurangan, dan saya orang yang selalu mengajak, ayo kita berani menghadapi kekurangan kita. Kita berani menghadapi kesulitan, kita berani menghadapi tantangan, kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Berita Lainnya

Peringati Harkitnas ke-118, Kementerian ATR/BPN Gelar Upacara dengan Semangat Jaga Tunas Bangsa...

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/05/2026), di Kementerian ATR/BPN,...

Prabowo Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 6,5 Persen pada 2027

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Hal itu akan...

KKP Jembatani Hasil Produk KNMP & Budidaya Tematik Bantul Masuk ke SPPG...

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengupayakan perluasan akses pasar bagi komoditas perikanan yang dihasilkan dari program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP),...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS