Ribuan ASN Brebes Terancam Sanksi, Pemprov Jateng Soroti Dugaan Presensi Fiktif

Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyoroti dugaan penggunaan aplikasi presensi fiktif oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes. Jumlah ASN yang diduga terlibat diperkirakan mencapai 3.000 orang dan berpotensi dikenai sanksi beragam.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah tegas terhadap pelanggaran tersebut. Sanksi yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan masing-masing ASN.

“Sanksi itu harus. Sanksinya bertingkat. Ada yang teguran, lisan, tertulis. Bisa saja berupa penurunan atau penundaan kenaikan pangkat, bahkan penurunan jabatan. Sesuai dengan bobot pelanggaran yang akan dirumuskan oleh tim nanti,” katanya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jateng di Gedung Berlian, Semarang, Rabu.

Selain penindakan, Pemprov Jateng juga menekankan pentingnya pembenahan sistem presensi agar tidak mudah dimanipulasi. Sumarno menilai, jika dugaan tersebut benar, maka pengawasan dan pengendalian sistem harus diperkuat.

“Kalau benar itu ‘fake’, instrumennya juga harus diperbaiki, pengawasannya maupun pengendaliannya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan assessment terhadap Pemkab Brebes terkait persoalan ini. Sebagai pembina, Pemprov Jateng akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Terkait langkah hukum yang ditempuh Pemkab Brebes dengan melaporkan kasus ini ke kepolisian, Sumarno menyebut perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah pelanggaran tersebut masuk dalam ranah pidana.

Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh ASN di Jawa Tengah untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

“Sering yang saya sampaikan bahwa marilah kita analogikan seperti kita di rumah. Kita mengundang tukang untuk memperbaiki rumah. Kira-kira kalau dia ‘fake’ absen, terus dia ngapusi absennya, kita rela nggak?,” katanya.

Berita Lainnya

Zulhas Dorong Kombinasi Sanksi dan Insentif untuk Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah memerlukan pendekatan yang menggabungkan penegakan aturan dan pemberian...

Seskab Teddy Gagas Kompetisi Inovasi, Puluhan Ide Pegawai Setkab Siap Dukung Program...

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mendorong budaya inovasi di lingkungan Sekretariat Kabinet melalui Kompetisi Gagasan Setkab Gengs. Ajang tersebut menjadi ruang...

Golkar Ajak Elite Politik Kedepankan Kepentingan Bangsa dan Hindari Narasi Provokatif

Jakarta – Ketua DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengajak seluruh elite partai politik untuk menunjukkan sikap dewasa dan konsisten dalam menyikapi berbagai dinamika nasional....

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS