Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa angin segar bagi para petani di Boyolali. Di Desa Senden, Kecamatan Selo, seorang petani bernama Wati merasakan langsung dampak positif dari meningkatnya permintaan hasil pertanian.
Sebelum program MBG berjalan, produksi sayuran Wati tergolong terbatas. Dalam sehari, ia hanya mampu memanen sekitar 20 kilogram, jumlah yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar secara optimal.
Namun kini, situasinya berubah drastis. Permintaan sayur meningkat tajam, mendorong hasil panennya ikut melonjak. Untuk cabai, Wati mengaku mampu menghasilkan hingga 300 kilogram, sementara kubis mencapai 50 hingga 60 kilogram per hari.
“Sesudah ada MBG, Ini efeknya luar biasa,” ujarnya dikutip, Senin (20/4/2026).
Lonjakan produksi ini tidak hanya dirasakan oleh Wati, tetapi juga petani lain di kawasan lereng Gunung Merbabu. Mereka merasakan peningkatan penjualan sekaligus peluang ekonomi yang lebih baik.
“Alhamdulillah setelah ada program MBG, hampir semua sayuran menjadi naik dan membikin petani menjadi lebih maju,” kata Wati.
Dengan kondisi tersebut, para petani kini lebih optimistis dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pertanian di tingkat lokal.
Wati pun berharap program ini dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh petani di berbagai daerah.
“Ya, semoga MBG terus berjalan lancar dan sukses,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program yang dinilai memberikan perubahan nyata bagi kehidupan petani.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto yang telah membangun program MBG, membuat petani semakin maju, semakin sukses,” katanya.
