Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mencatat peningkatan luas ruang terbuka hijau (RTH) menjadi 3.703,56 hektare atau sekitar 5,59 persen dari total wilayah. Angka ini naik dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 3.446 hektare atau 5,3 persen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan hasil dari berbagai pembangunan fasilitas RTH, meliputi 15 taman, satu jalur hijau, tiga kawasan hutan kota, serta satu area RTH makam yang menambah 7.627 petak makam baru.
Pencapaian ini menjadi bagian dari kinerja sektor lingkungan hidup dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.
Sebagaimana diketahui, pemerintah provinsi menargetkan perluasan RTH hingga 30 persen dari total luas daratan pada tahun 2045.
Dalam kesempatan yang sama, Rano juga menyampaikan penguatan fungsi taman kota melalui program operasional 24 jam serta penggabungan tiga taman, yakni Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat menjadi kawasan Taman Bendera Pusaka.
“Sejumlah taman yang buka selama 24 jam telah menjadi tempat aktivitas publik yang mendorong budaya interaksi sosial masyarakat,” kata Rano.
Selain itu, Pemprov DKI juga memperkuat fungsi ekologis taman dengan menambah area resapan air di sejumlah titik seperti Embung Lapangan Merah di Jakarta Selatan dan Waduk Giri Kencana di Jakarta Timur, yang berperan dalam mengurangi limpasan air sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan.
Dari sisi kualitas lingkungan, indeks kualitas lingkungan hidup Jakarta tercatat berada di angka 55,28 persen, dengan adanya peningkatan pada indikator kualitas air, kualitas lahan, dan kualitas air laut.
Capaian lainnya mencakup penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) tahunan hingga 26,96 persen.
Di sektor persampahan, pengelolaan dilaporkan sudah mencapai 100 persen, terdiri dari 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 5.280 ton per hari.
