Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Ini Kembali Mengejar Mimpi Berkarier di Dunia Pertambangan

Jakarta – Melanjutkan pendidikan sempat terasa mustahil bagi Syifa Syafitri, seorang remaja asal Desa Kayu Lawang, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dua tahun lalu, ia harus berhenti sekolah saat duduk di kelas 8 SMP karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.

Syifa mengungkapkan bahwa penghasilan orang tuanya tidak cukup untuk membiayai pendidikannya. Sang ayah bekerja sebagai pemulung, sementara ibunya mencari nafkah dengan berjualan pakaian bekas.

Keadaan tersebut membuat Syifa menerima kenyataan pahit, termasuk mengesampingkan impiannya untuk bekerja di sektor pertambangan, cita-cita yang telah lama ia dambakan.

“Saya berhenti sekolah pada tahun ajaran 2024, saat kelas 8 menjelang akhir semester dua, karena keterbatasan ekonomi keluarga,” ujarnya dikutip dari rilis Bakom RI, Sabtu (18/4/2026).

Sejak tidak bersekolah, Syifa lebih banyak membantu keluarga. Sebagai anak pertama dari lima bersaudara, ia mengambil peran dalam mengurus adik-adiknya sekaligus membantu ibunya memilah dan mencuci pakaian bekas untuk dijual.

“Kalau jualan baju, saya selalu ikut bantu ibu,” ujarnya.

Kini, harapan Syifa kembali tumbuh. Melalui program Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, ia mendapatkan kesempatan untuk kembali bersekolah di SR SMP 78 Sragen tanpa biaya.

Ia merasa sangat bersyukur, tidak hanya karena bisa melanjutkan pendidikan, tetapi juga karena fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Selama belajar di Sekolah Rakyat, ia memperoleh makan gratis tiga kali sehari, kudapan dua kali sehari, tempat tinggal di asrama tanpa biaya, serta perangkat seperti laptop dan ponsel pintar.

Selain itu, kebutuhan seperti seragam, pakaian tidur, dan perlengkapan asrama juga disediakan tanpa dipungut biaya.

Syifa juga menikmati berbagai kegiatan tambahan di sekolah, mulai dari olahraga, seni, hingga pembelajaran bahasa. Tak hanya itu, ia juga belajar hidup mandiri dan disiplin selama tinggal di asrama.

“Kami sudah terbiasa bangun sendiri tanpa dibangunkan, dan mencuci pakaian sendiri,” ungkapnya.

Atas kesempatan yang diberikan, Syifa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang terlibat dalam program Sekolah Rakyat. Ia juga memanjatkan doa agar mereka senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran rezeki.

Berita Lainnya

Indonesia Berencana Pungut Pajak Kapal Laut yang Melintasi Selat Malaka 

Jakarta - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mewacanakan pungutan pajak terhadap kapal yang melintasi Selat Malaka. Wacana ini muncul seiring posisi geografis Indonesia yang...

KKP Evaluasi KKPRL untuk Percepatan Proyek Strategis Nasional

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan evaluasi pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk mendukung kepastian berusaha dan investasi di sektor...

ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global...

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Shenzhen (Tiongkok), Seoul (Korea Selatan), Tokyo, dan Kyoto (Jepang) pada 22–28 April...

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

FEED NEWS